3 Pemuda yang Keroyok dan Curi Barang Polisi Bertatus Pelajar dan Pengangguran

Kompas.com - 21/10/2020, 16:18 WIB
Pelajar saat ditangkap polisi di Kawasan Patung Kuda, jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPelajar saat ditangkap polisi di Kawasan Patung Kuda, jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, MRR (21), SD (18) dan MF (17), tiga pemuda yang melakukan pengeroyokan dan pencurian terhadap anggota Polri berinisial AJS, diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan pengangguran.

Pengeroyokan dan pencurian itu terjadi saat korban sedang melakukan pengamanan massa dalam unjuk rasa tolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020), lalu.

"Jadi memang para pelaku ini ada yang masih sekolah, tapi juga ada yang pengangguran," kata Yusri saat rilis di Polda Metro Jaya yang disiarkan secara daring, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Keroyok Polisi saat Amankan Demo di Jakarta, 3 Pemuda Ditangkap

Yursi menegaskan, proses hukum para pelaku tetap berlanjut meski ada salah satu pelaku yang masih berusia di bawah umur.

Hanya saja, kata Yusri, penanganan berbeda dilakukan terhadap pelaku yang masih di bawah umur mulai dari pemeriksaan hinga hukuman.

"Aturan untuk anak di bawah umur memang ada perbedaan dengan orang yang dewasa. Dalam Undang-Undang tentang perlindungan anak, itu harus didampingi oleh Bapas, Pengacara dan tempatnya pun khusus," katanya.

Baca juga: Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pemuda berinisial MRR, SD dan MF yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota polri, AJS.

Selain melakukan pengeroyokan, mereka juga mengambil barang-barang berupa ponsel, jam tangan dan kartu tanda pengenal Polri milik korban.

Pengeroyokan dan pencurian itu terjadi saat korban tengah berugas mengamankan aksi unjuk rasa tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Saat itu, korban melihat adanya seseorang yang berusaha menenangkan massa untuk tidak berbuat kericuhan dan tidak merusak fasilitas umum malah dikeroyok oleh para pelaku.

Korban yang berusaha melerai justru turut dipukuli oleh para pelaku hingga mengalami luka di mata, punggung, bahu, dada dan kepala.

Hingga kini, korban yang mengalami luka serius masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

Megapolitan
Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Megapolitan
FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X