Keroyok Polisi saat Amankan Demo di Jakarta, 3 Pemuda Ditangkap

Kompas.com - 21/10/2020, 15:19 WIB
Polisi bersiap-siap menghadapi massa aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, pada aksi Selasa (20/10/2020) Kompas.com/Sonya TeresaPolisi bersiap-siap menghadapi massa aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, pada aksi Selasa (20/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga dari lima pemuda berinisial MRR (21), SD (18), MF (17) ditangkap karena mengeroyok anggota Polri berinisial AJS.

Pengeroyokan itu terjadi saat anggota Polri itu tengah mengamankan aksi unjuk rasa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh di Jakarta, Kamis (8/10/2020) lalu.

"Pelaku pengeroyokan ada lima orang, dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang). Korban anggota polri saat baru selesai melakukan pengamanan (demo)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat rilis di Polda Metro Jaya yang disiarkan secara daring, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Hendak Demo ke Jakarta, 24 Pelajar di Kota Tangerang Tertangkap Bawa Batu dan Botol

Yusri menjelaskan, pengeroyokan itu bermula saat AJS melihat adanya seseorang yang dikeroyok oleh massa karena berusaha menenangkan agar tidak terjadi kericuhan tepat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.

AJS yang berusaha melerai seorang tersebut turut dikeroyok di antaranya oleh tiga dari lima pelaku tersebut.

"AJS yang mencoba melerai ini yang kemudian malah dikeroyok oleh kelima tersangka. Karena mereka sempat berteriak polisi dan berkumpul melakukan pengeroyokan," katanya.

Yusri menjelaskan, tiga pelaku itu masing-masingnya melakukan pemukulan terhadap AJS hingga mengalami luka di sekujur tubuh.

AJS pun mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Matanya kena pukul, punggung, bahu, dada, dan kepala. Karena memang pelaku memukul secara bersama-sama. Korban saat ini masih ada di RS Polri," kata Yusri.

Hingga kini, polisi masih mendalami ketiga pelaku untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota Polri itu.

"Kami masih mendalami apakah kemungkinan ada pelaku lain," tutup Yusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X