Kompas.com - 16/11/2020, 17:01 WIB
Genangan air di kawasan Tegal Alur, pada Senin (16/11/2020). Genangan ini disebabkan meluapnya Kali Semongol Dokumentasi Kelurahan Tegal AlurGenangan air di kawasan Tegal Alur, pada Senin (16/11/2020). Genangan ini disebabkan meluapnya Kali Semongol

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga rukun tetangga (RT) di kawasan Tegal Alur, Jakarta Barat, tergenang air sebab terdampak banjir rob sejak Senin (16/11/2020) pagi.

Ketiga wilayah tersebut ialah RT 013, 014, dan 015 RW 009, Tegal Alur.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari menjelaskan, genangan air disebabkan luapan Kali Semongol yang terdampak air laut pasang.

“Itu penyebabnya Kali Semongol yang meluap saat air laut pasang,” ujar Purwanti kepada wartawan, Senin.

Untuk menanggulangi banjir, pihak Sudin SDA akan menyedot air ketika banjir rob mulai surut agar pompa penyedot dapat berfungsi maksimal.

“Pompa yang standby ada satu, nanti akan ditambah satu pompa portabel dan dua pompa apung buat di jalanan. Satgas banjir sudah ada di lokasi,” ujar Purwanti.

Baca juga: Sumbatan Sampah Bikin Muara Angke Banjir Rob, Lurah: Warga Tak Mau Sadar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Purwanti menjelaskan bahwa pihaknya juga akan membangun pintu air guna meminimalisasi terjadinya kejadian serupa.

"Kalau program ke depannya di Kali Semongol itu mau dibikin pompa sama pintu air, tapi tahun depan, itu dinas yang kerjain. Jadi kalau pasang, air laut enggak masuk," tambahnya.

Genangan air mulai muncul di kawasan Tegal Alur sejak Senin pagi.

"Sejak jam 6.30 (WIB) pagi. Tingginya sampai rumah antara 30-40 sentimeter paling," ujar Lurah Tegal Alur, Suratman Arifianto.

Baca juga: Muara Angke Banjir Rob Akibat Hujan Berhari-hari, Aktivitas Warga Terhambat

 

Meski terdampak banjir, Suratman memastikan bahwa tak ada warga yang mengungsi.

Meski demikian, pihaknya tetap menyediakan pos pengungsian.

“Biasanya memang sudah terbiasa warga jika banjir sedikit, tidak mau mengungsi, kata Pak RT. Tapi kami tetap sediakan pos pengungsian,” ujar Suratman.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

Megapolitan
Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

Megapolitan
Aturan Makan di Restoran Jakarta Selama PPKM Level 3

Aturan Makan di Restoran Jakarta Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Kepala KPLP dan Kasubag Umum Lapas Tangerang Kembali Diperiksa Terkait Kebakaran

Kepala KPLP dan Kasubag Umum Lapas Tangerang Kembali Diperiksa Terkait Kebakaran

Megapolitan
Simpang Mampang Depok Banjir sejak Dini Hari padahal Tidak Diguyur Hujan

Simpang Mampang Depok Banjir sejak Dini Hari padahal Tidak Diguyur Hujan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bakal Cairkan Insentif Nakes pada Oktober Mendatang

Pemkot Bekasi Bakal Cairkan Insentif Nakes pada Oktober Mendatang

Megapolitan
Cegah Klaster Covid-19, Sekolah di Kota Bekasi Wajib Semprot Disinfektan Tiap Selesai PTM

Cegah Klaster Covid-19, Sekolah di Kota Bekasi Wajib Semprot Disinfektan Tiap Selesai PTM

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang untuk Tetapkan Tersangka Baru

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang untuk Tetapkan Tersangka Baru

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Panggil Luhut B Pandjaitan Terkait Laporan terhadap Hariz Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Polda Metro Jaya Akan Panggil Luhut B Pandjaitan Terkait Laporan terhadap Hariz Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Megapolitan
Soal 25 Klaster Covid-19 akibat PTM di Jakarta, Pimpinan DPRD DKI: Tak Perlu Panik Berlebihan

Soal 25 Klaster Covid-19 akibat PTM di Jakarta, Pimpinan DPRD DKI: Tak Perlu Panik Berlebihan

Megapolitan
Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Megapolitan
Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Megapolitan
1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

Megapolitan
UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.