Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Kompas.com - 25/11/2020, 05:50 WIB
Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman di tengah-tengah mengajar menembak para taruna Akmil, Agustus 2019. Dokumentasi Penhumas AkmilMayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman di tengah-tengah mengajar menembak para taruna Akmil, Agustus 2019.

Mbak, titip salam ya buat beliau, saya respect banget sama Pak Dudung, beliau ibarat Batman yang lawan Joker di Gotham City.

Demikian tulis seorang teman yang jurnalis, Haryo Adjie Nogo Seno, kemarin di laman media sosial saya.

Siapa tak mengenal Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Jayakarta Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman hari-hari ini?

Ia yang sejak Jumat lalu segera jadi buah bibir masyarakat, trending di media sosial karena ketegasan sikapnya, menerima ratusan karangan bunga simpati dan dukungan kepada institusi yang dipimpinnya.

Berbagai kalangan juga melakukan kunjungan ke kantornya, Makodam Jaya, Cililitan.

Baru tiga bulan bertugas sebagai Panglima di Kodam Ibu Kota negara, dilantik pada 6 Agustus 2020, Jenderal asal tanah Pasundan ini sudah larut dalam lima peristiwa yang membutuhkan ketegasan sikapnya.

Dalam urutan waktu, kelima peristiwa itu: penyerangan yang dilakukan seratusan anggota TNI ke banyak fasilitas milik masyarakat di Ciracas pada 30 Agustus 2020; melarang orasi dalam ziarah para purnawirawan TNI ke Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata pada 30 September 2020.

Kemudian, bersama Kapolda, memimpin anak buahnya melunakkan massa mahasiswa dan buruh yang berdemo menentang UU Omnibus Law di Jakarta pada 7 Oktober 2020; serta terakhir ketegasannya seminggu lalu pada ormas Front Pembela Islam dan pemimpinnya, Rizieq Shihab.

Kumpulan peristiwa ini, terlebih yang terakhir, mendapat peliputan kuat media massa.

Ketegasan yang terpancar dari beberapa pilihan kata dan kalimatnya di depan wartawan sejak minggu lalu itu seperti menjawab dan menguatkan harapan masyarakat umum akan datangnya sikap tegas jajaran pimpinan nasional, khususnya pimpinan militer.

Kata-katanya tidak bersayap. Langsung. Lugas. Semua menuju dua sasaran yang sebelumnya selalu dihindari disebut para pejabat tinggi dalam sikap menentang.

Untuk FPI, ia menyebut: Bubarkan saja. Untuk pimpinannya Habib Rizieq Shihab dan pengikutnya ia menyebut: Menurunkan baliho HRS itu perintah saya. Saya hajar, siapa saja yang berniat mengganggu persatuan dan kedaulatan negara, akan berhadapan dengan saya dan TNI.

Sikap jenderal bintang dua berusia 55 tahun ini segera membuat tersentak, karena sejak beberapa tahun terakhir kita sengaja seperti dibiarkan “sendirian” melawan menebalnya radikalisme.

Saya bisa mencatat dan mengalami sendiri keadaan ini semakin dalam sejak kampanye Pemilihan Presiden 2019.

Beberapa teman baik mengirim pesan pribadi ke ponsel saya. Siapakah Jenderal Dudung, dan apakah ia memang begitu berani dan tegas?

Loper koran jadi Jenderal

Perkenalan saya dengannya dimulai hampir dua tahun yang lalu. Pertemuan tidak sengaja yang membuat Gubernur Akmil Mayjen Dudung Abdurachman yang waktu itu baru menjabat satu bulan, memercayakan buku memoarnya ditulis dan kemudian diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Pada 17 Desember 2018, kunjungan liburan bersama keluarga ke Magelang-Yogyakarta, kami mampir ke Museum Akademi Militer di Magelang.

Saya ingin menyerahkan beberapa buku Menjadi Taruna Akademi Militer (Penerbit Buku Kompas, 2017) ke Perpustakaan Akmil.

Kepala Penhumas Akmil saat itu, Letkol Inf Zulnalendra, menawarkan saya menyerahkan buku langsung pada Gubernur Akmil.

Saya setuju, dan dari obrolan itulah proses wawancara buku dengan Pak Dudung dan puluhan narasumber lain, dimulai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Megapolitan
Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Megapolitan
Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Megapolitan
Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Update Korban Sriwijaya Air | Raffi Ahmad Digugat

[POPULER JABODETABEK] Update Korban Sriwijaya Air | Raffi Ahmad Digugat

Megapolitan
Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Megapolitan
Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

Megapolitan
Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Megapolitan
KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

Megapolitan
Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X