Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/12/2020, 11:26 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Foto surat keterangan hasil swab test (tes usap) yang tertulis atas nama Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan hasil positif Covid-19 beredar di media sosial.

Dalam surat itu tertulis bahwa tes usap telah dilakukan pada 27 November 2020, dengan nomor registrasi 801127175.

Adapun validasi hasil telah dikeluarkan oleh MER-C dengan menyatakan bahwa hasil tes Rizieq dinyatakan positif Covid-19 pada 28 November 2020.

Baca juga: Kontroversi Kepulangan Rizieq Shihab dari RS Ummi Bogor Saat Hasil Tes Swab Belum Diketahui

Terkait hal itu, Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad membantah bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat hasil tes usap Rizieq.

"Ya itu bukan dari MER-C," ujar Sarbini saat dikonfirmasi, Rabu (2/12/2020).

Menurut Sarbini, hasil tes usap sejauh ini merupakan privasi yang telah diserahkan oleh MER-C langsung ke pihak keluarga Rizieq Shihab.

"MER-C tidak pernah mengeluarkan hasil swab Habib Rizieq, dan hasilnya sudah diserahkan ke keluarga, karena itu rahasia pasien yang tidak berhak MER-C umumkan," kata Sarbini.

Baca juga: Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Namun, Sarbini membenarkan bahwa Rizieq telah menjalani tes usap sesuai dengan tanggal yang sama seperti tercantum dalam surat yang beredar itu.

"Iya (benar)," katanya.

Sebelumnya, Rizieq disebut telah menjalani tes usap yang dilakukan tim medis MER-C saat dia dirawat di Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor, Jawa Barat.

Namun, pelaksanaan tes usap itu dilakukan tanpa sepengetahuan Satgas Covid-19 Kota Bogor ataupun pihak RS Ummi.

Satgas Covid-19 Kota Bogor belum mendapatkan hasil tes usap Rizieq dan meminta agar segera memberi hasil pemeriksaan itu jika memang sudah ada pemeriksaan.

Belakangan diketahui juga bahwa MER-C tidak mempunyai laboratoriun yang terdaftar sebagai tempat pemeriksaan sampel Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pria di Bogor Meninggal Dunia Disengat Tawon Vespa Affinis

Pria di Bogor Meninggal Dunia Disengat Tawon Vespa Affinis

Megapolitan
8 Orang Saksi Diperiksa Polisi dalam Kasus 'Bullying' Siswa Binus School Serpong

8 Orang Saksi Diperiksa Polisi dalam Kasus "Bullying" Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Cerita Pedagang Kopi Asuh Perempuan Korban Dugaan TPPO Asal Sumbar yang Diturunkan di Gerbang Tol Ancol

Cerita Pedagang Kopi Asuh Perempuan Korban Dugaan TPPO Asal Sumbar yang Diturunkan di Gerbang Tol Ancol

Megapolitan
Soal Kabar Anaknya Dikeluarkan dari Binus School Serpong, Artis VR: Belum Tahu, Masih Proses

Soal Kabar Anaknya Dikeluarkan dari Binus School Serpong, Artis VR: Belum Tahu, Masih Proses

Megapolitan
Bocah 9 Tahun di Bekasi Nyaris Jadi Korban Dugaan Penculikan

Bocah 9 Tahun di Bekasi Nyaris Jadi Korban Dugaan Penculikan

Megapolitan
Keresahan 'Pejuang Rupiah', Tak Kunjung Dapat Kerja karena Tak Kuasai Bahasa Mandarin

Keresahan "Pejuang Rupiah", Tak Kunjung Dapat Kerja karena Tak Kuasai Bahasa Mandarin

Megapolitan
Artis VR Pastikan Anaknya Masih Berstatus Saksi Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Artis VR Pastikan Anaknya Masih Berstatus Saksi Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Kagetnya Pengendara Mobil yang Tiba-tiba 'Kejatuhan' Sosok Wanita Tak Dikenal dari Flyover Ancol

Kagetnya Pengendara Mobil yang Tiba-tiba "Kejatuhan" Sosok Wanita Tak Dikenal dari Flyover Ancol

Megapolitan
Anaknya Diduga Terseret Kasus Perundungan, Selebritas VR Tak Buka Medsos 2 Pekan

Anaknya Diduga Terseret Kasus Perundungan, Selebritas VR Tak Buka Medsos 2 Pekan

Megapolitan
Kuasa Hukum: Siskaeee Enggak Bisa Tidur di Sel Gegara Dengar Banyak Suara

Kuasa Hukum: Siskaeee Enggak Bisa Tidur di Sel Gegara Dengar Banyak Suara

Megapolitan
Selebritas VR Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Selebritas VR Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Penyidik Ubah 'Password' E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Penyidik Ubah "Password" E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Megapolitan
Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Megapolitan
Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Megapolitan
Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com