Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2020, 08:42 WIB
|

Data teranyar Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta per 29 November 2020 yang diunggah Selasa (1/12/2020), tingkat keterisian ruang ICU sudah mencapai 74 persen dari kapasitas di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.

Dari jumlah 849 tempat tidur ICU, kini 630 tempat tidur sedang digunakan oleh pasien Covid-19.

Tingkat keterpakaian juga bertambah dari sisi tempat tidur isolasi yang kini sudah terisi sebanyak 79 persen.

Dari 98 RS rujukan dengan total 6.129 tempat tidur isolasi yang tersedia, kini sedang terpakai 4.851 tempat tidur.

Masalah lainnya soal ketersediaan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: TPU Pondok Ranggon Penuh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Naik Dua Kali Lipat

Lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 muslim di TPU Pondok Ranggon telah penuh dan kini harus menggunakan sistem tumpang.

TPU Pondok Ranggon yang menjadi wilayah pemakaman khusus Covid-19 sudah tidak melayani pemakaman Covid-19 jenazah muslim di blok khusus makam Covid-19 sejak 20 November lalu.

Sedangkan blok pemakaman jenazah non-muslim tinggal tersisa 80 petak. Akibatnya, pemakaman jenazah Covid-19 kini dialihkan ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

IDI minta PSBB ketat

Melihat lonjakan kasus tersebut terjadi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta meminta PSBB kembali diperketat.

"Sebaiknya PSBB diperketat lagi, ini efektif menurunkan infeksi," kata Ketua IDI Jakarta Slamet Budiarto, Kamis (3/12/2020).

Dia menjelaskan perlunya PSBB diperketat lagi karena RS rujukan Covid-19 mengalami peningkatan jumlah pasien yang signifikan.

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Mulai Penuh, IDI Minta PSBB Ketat Kembali Diterapkan

Hal tersebut bisa berakibat fatal terhadap keselamatan tenaga medis yang merawat para pasien Covid-19.

"Sekarang kan pasien full semua di RS rujukan, jadi kalau ini berlangsung lama, capek tenaga medis," tutur dia.

Terlebih lagi, ada banyak tenaga medis yang terpapar Covid-19 harus melakukan karantina terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.

Dengan demikian, saat ini tenaga medis bisa banyak berkurang apabila sebagian dari yang bertugas menangani pasien Covid-19 terpapar SARS-CoV-2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Pensiunan Polri Jalani Rekonstruksi Ulang, Ada Tersangka Baru?

Kasus Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Pensiunan Polri Jalani Rekonstruksi Ulang, Ada Tersangka Baru?

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Depok Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Depok Bulan Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bogor Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Bogor Bulan Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Bulan Februari 2023

Megapolitan
Kompol Kasranto Jual 1 Kg Sabu Teddy Minahasa ke Alex Bonpis Seharga Rp 500 Juta

Kompol Kasranto Jual 1 Kg Sabu Teddy Minahasa ke Alex Bonpis Seharga Rp 500 Juta

Megapolitan
IRT Gantung Diri di Tangsel Disebut Memiliki Gangguan Jiwa

IRT Gantung Diri di Tangsel Disebut Memiliki Gangguan Jiwa

Megapolitan
9 Hakim Konstitusi Dilaporkan ke Polisi Buntut Pengubahan Putusan

9 Hakim Konstitusi Dilaporkan ke Polisi Buntut Pengubahan Putusan

Megapolitan
Berakhirnya Swastanisasi Air Pengaruhi Pelanggan PAM Jaya, Ini Penyesuaiannya

Berakhirnya Swastanisasi Air Pengaruhi Pelanggan PAM Jaya, Ini Penyesuaiannya

Megapolitan
Eny Ibunda Tiko Senang Rumahnya Kembali Terisi Perabot

Eny Ibunda Tiko Senang Rumahnya Kembali Terisi Perabot

Megapolitan
Seorang Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tangsel

Seorang Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tangsel

Megapolitan
Eny Ibunda Tiko Sempat Menolak Diajak Liburan ke Puncak

Eny Ibunda Tiko Sempat Menolak Diajak Liburan ke Puncak

Megapolitan
Kronologi Pengangguran Tusuk PSK di Bekasi, Belum Berhubungan Badan tapi Sudah Disuruh ke Luar

Kronologi Pengangguran Tusuk PSK di Bekasi, Belum Berhubungan Badan tapi Sudah Disuruh ke Luar

Megapolitan
Teddy Minahasa Sempat Protes Uang Penjualan Narkoba Dipotong Linda Rp 100 Juta

Teddy Minahasa Sempat Protes Uang Penjualan Narkoba Dipotong Linda Rp 100 Juta

Megapolitan
Jaksa: Narkoba yang Dikendalikan Teddy Minahasa Dijual Rp 400 Juta Per Kilogram

Jaksa: Narkoba yang Dikendalikan Teddy Minahasa Dijual Rp 400 Juta Per Kilogram

Megapolitan
Pendam Masalah Pribadi, Pria Bacok Seorang Sekuriti Saat Sedang Makan di Cilandak

Pendam Masalah Pribadi, Pria Bacok Seorang Sekuriti Saat Sedang Makan di Cilandak

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.