Eks Karyawan PT Tang Mas di Depok Demo, Klaim Pesangon Belum Dibayar dari 2 Tahun Lalu

Kompas.com - 17/12/2020, 13:36 WIB
Para pekerja dan eks karyawan PT Tang Mas di Cimanggis, Depok, yang dikenal dengan merek minuman kemasan 2 Tang, Frutang, dan Zestea, melakukan unjuk rasa karena pesangon belum dilunasi dalam 2 tahun dan gaji 2 bulan terakhir tak dibayar, Kamis (17/12/2020). IstimewaPara pekerja dan eks karyawan PT Tang Mas di Cimanggis, Depok, yang dikenal dengan merek minuman kemasan 2 Tang, Frutang, dan Zestea, melakukan unjuk rasa karena pesangon belum dilunasi dalam 2 tahun dan gaji 2 bulan terakhir tak dibayar, Kamis (17/12/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Pabrik produksi minuman Tang Mas di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didemo sejumlah bekas karyawannya sejak Rabu (16/12/2020) kemarin hingga Kamis ini.

Para eks karyawan itu mengaku belum mendapat pelunasan pesangon sejak kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dua tahun lalu oleh PT Tang Mas yang dikenal dengan merek minuman kemasan 2 Tang, Frutang, dan Zestea itu.

"Selama dua tahun, ada pesangon belum dibayar. Awalnya kami masih bertahan karena kami berpikir biar pekerjaan bisa berjalan lancar," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno, Kamis.

Baca juga: Perubahan Aturan soal Pesangon PHK dalam UU Cipta Kerja

"Ini sudah sejak dua tahun lalu. Kalau diselesaikan dengan hukum yang benar maka tidak ada lagi seperti ini. Akhirnya terjadi aksi-aksi seperti ini," ujar dia.

Wido mewakili para eks karyawan Tang Mas menyebutkan, kasus itu sebagai kezaliman. Pasalnya, para karyawan sudah memeras keringat untuk perusahaan. Ketika kontribusi itu berujung pemecatan, para eks karyawan berharap agar kerja keras mereka selama itu dibalas setimpal dengan hak mereka berupa pesangon.

"Mereka sudah keluarkan keringatnya tapi tidak dibayar, ini kan zalim," kata Wido.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berujar, pihak perusahaan tetap enggan melunasi hak-hak para eks karyawan. Mereka pun kemungkinan akan membawa kasus itu ke jalur hukum, baik pidana maupun perdata.

"Intinya kami akan bergerak terus demi kawan-kawan yang terzalimi ini," ujar Wido.

Selain eks karyawan yang belum mendapatkan pesangon, sejumlah pekerja aktif Tang Mas juga dilaporkan tak digaji selama dua bulan terakhir.

Aksi unjuk rasa saat ini juga melibatkan para pekerja aktif yang menuntut pelunasan gaji, selain para eks karyawan yang mendesak pembayaran pesangon.

"Sekarang sekitar 200 (pekerja aktif yang unjuk rasa), ditambah yang kemaren ter-PHK, jadi 400-an," kata Wido.

Kompas.com masih berupaya untuk mengontak pihak Tang Mas terkait unjuk rasa itu dan klaim para bekas karyawan tersebut.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Jadwal Perjalanan Kereta Rute Serpong-Tanah Abang Terlambat

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Jadwal Perjalanan Kereta Rute Serpong-Tanah Abang Terlambat

Megapolitan
Bima Arya: Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Hidupkan Kembali Warisan Pusaka dan Budaya

Bima Arya: Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Hidupkan Kembali Warisan Pusaka dan Budaya

Megapolitan
Dishub Depok Klaim Arus Lalu Lintas di Hari Kedua Ganjil Genap Lebih Lancar meski Masih Macet

Dishub Depok Klaim Arus Lalu Lintas di Hari Kedua Ganjil Genap Lebih Lancar meski Masih Macet

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Tak Ada Penumpang di Dalam Kereta

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Tak Ada Penumpang di Dalam Kereta

Megapolitan
Seluruh Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Dihentikan Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Seluruh Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Dihentikan Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Megapolitan
1 RT di Kepulauan Seribu Dilanda Banjir Rob hingga 40 Sentimeter

1 RT di Kepulauan Seribu Dilanda Banjir Rob hingga 40 Sentimeter

Megapolitan
Ganjil Genap Berlaku di Margonda, Kemacetan Terjadi Mulai dari ITC Depok

Ganjil Genap Berlaku di Margonda, Kemacetan Terjadi Mulai dari ITC Depok

Megapolitan
Hendak Kirim 254 Kilogram Ganja ke Jawa, 5 Orang Ditangkap di Trans Sumatera

Hendak Kirim 254 Kilogram Ganja ke Jawa, 5 Orang Ditangkap di Trans Sumatera

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Kembali Diberlakukan Hari Ini

Ganjil Genap di Margonda Kembali Diberlakukan Hari Ini

Megapolitan
Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Megapolitan
Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.