Turnamen Piala Menpora 2021 Diizinkan Polisi, Pemprov DKI Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Kompas.com - 18/02/2021, 21:06 WIB
Ilustrasi sepak bola. shutterstockIlustrasi sepak bola.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait penyelenggaraan turnamen sepak bola pramusim Piala Menpora 2021.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Menurut Ariza, Pemprov DKI belum mendapatkan keterangan resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait lokasi berlangsungnya turnamen pramusim tersebut.

Baca juga: Pemain Butuh Makan, PSSI Tak Berdaya Larang Tarkam

Oleh karena itu, lanjut Ariza, pihaknya menantikan arahan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan pertandingan sepak bola.

"Ya prinsipnya terkait pelaksanaan pertandingan bola izin dari pusat. Nanti kita tunggu apa kebijakan yang diambil," kata Ariza di Balai Kota, Kamis (18/2/2021), dilansir dari Tribun Jakarta.

Sebelumnya, pada Kamis siang, Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan lampu hijau agar kompetisi sepak bola Indonesia bergulir kembali.

Adapun Piala Menpora 2021 menjadi turnamen sepak bola pertama yang diberikan izin.

Listyo mengizinkan ajang sepak bola kembali berlangsung setelah vakum sejak Maret 2020 dikarenakan upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang berulang kali meminta izin.

"Seperti yang disampaikan oleh beliau (Menpora Zainudin Amali), sepak bola harus tetap berjalan. Namun, di sisi lain keselamatan rakyat harus menjadi faktor utama," ujar Listyo.

Listyo menekankan, penyelenggaraan Piala Menpora 2021 nantinya diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Megapolitan
John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Megapolitan
Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Megapolitan
Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Megapolitan
KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

Megapolitan
Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Megapolitan
TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Megapolitan
Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X