Kompas.com - 10/03/2021, 13:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan yang menjadi relawan contact tracer Covid-19 di Jakarta, LS, harus menelan pil pahit. Pasalnya, insentif atas jasanya belum dibayarkan dalam dua bulan terakhir.

Selain itu, masa kontrak relawan contact tracer pun akan berakhir. Menurut LS, kabar berakhirnya kontrak relawan itu diketahui setelah rapat daring bersama BNPB pada 28 Februari 2021 lalu.

"Istilahnya kalau kontrak dengan BNPB selesai. Katanya akan di kontrak dengan Kemenkes. Tapi dari Kemenkes itu bukan dilanjutkan oleh tracer kita ini," kata LS saat dihubungi, Selasa (9/3/2021).

Menurut LS, jasa contract tracer yang telah dilakukannya selama lebih dari tiga bulan akan digantikan oleh Ketua RT atau RW lingkungan yang telah dilatih.

"Bahkan teman teman di lapangan sudah disiapkan kader di wilayah kelurahan RT atau RW itu yang jadi tracer. Jadi kita belum tahu nasib kita," ujar LS.

Baca juga: Cerita Relawan Contact Tracer di Jakarta, Terpaksa Gadaikan Emas karena Belum Terima Insentif

Lebih lanjut, LS mengaku tak terlalu berharap statusnya sebagai contact tracer akan diperpanjang. Dia hanya berharap insentif atas jasanya bisa segera dibayarkan.

LS mengaku tidak menerima pembayaran insentif sebagai contact tracer untuk periode Januari dan Februari 2021. Akibatnya, LS merasa tercekik ketika melakoni pekerjaannya di Puskesmas di Jakarta Utara.

Cerita yang sama juga dihadapi rekan kerja LS sesama contact tracer. Menurut LS, bahkan ada rekan kerjanya yang menggadaikan emas dan meminjam uang untuk tetap bertahan hidup.

Padahal, mereka dijanjikan insentif per hari yang akan diakumulasi dalam satu bulan. LS mengaku pembayaran insentif pada November dan Desember 2020 berjalan lancar.

Baca juga: Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok dan Istri Divaksin

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Perkirakan Posisi Sekda Definitif Berasal dari Luar Pemprov

Ketua DPRD DKI Perkirakan Posisi Sekda Definitif Berasal dari Luar Pemprov

Megapolitan
Ferry Mursyidan Baldan Meninggal, Ketua RT: Katanya Ada Diabetes, tapi Masih Bugar

Ferry Mursyidan Baldan Meninggal, Ketua RT: Katanya Ada Diabetes, tapi Masih Bugar

Megapolitan
Tak Jadi Besok, Jenazah Ferry Mursyidan Baldan Dimakamkan Malam Ini di TPU Karet Bivak

Tak Jadi Besok, Jenazah Ferry Mursyidan Baldan Dimakamkan Malam Ini di TPU Karet Bivak

Megapolitan
Kasus Penganiayaan Imam Masjid oleh Jemaahnya di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Penganiayaan Imam Masjid oleh Jemaahnya di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Jenazah Ferry Mursyidan Dimandikan Sore Ini, Besok Dimakamkan di TPU Karet Bivak

Jenazah Ferry Mursyidan Dimandikan Sore Ini, Besok Dimakamkan di TPU Karet Bivak

Megapolitan
Bang Bangor Bagikan Rp 22 juta dalam Pemilihan LPM Bedahan, Pakar: Bisa Tak Dipidana karena Kalah

Bang Bangor Bagikan Rp 22 juta dalam Pemilihan LPM Bedahan, Pakar: Bisa Tak Dipidana karena Kalah

Megapolitan
Heru Budi Angkat Uus Kuswanto Jadi Pj Sekda DKI Pengganti Marullah Matali

Heru Budi Angkat Uus Kuswanto Jadi Pj Sekda DKI Pengganti Marullah Matali

Megapolitan
Polisi: Keluarga Tolak Otopsi Jenazah Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan

Polisi: Keluarga Tolak Otopsi Jenazah Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan

Megapolitan
Tak Kenal Usia, Anak-anak hingga Orang Tua 'Nyabu' di Kampung Bahari

Tak Kenal Usia, Anak-anak hingga Orang Tua "Nyabu" di Kampung Bahari

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan Rp 700 Juta untuk Bantu Pemulihan Kabupaten Cianjur Pasca-gempa

Pemkot Depok Siapkan Rp 700 Juta untuk Bantu Pemulihan Kabupaten Cianjur Pasca-gempa

Megapolitan
Ferry Mursyidan Baldan Meninggal di Dalam Mobil, Polisi: Tidak Ada Luka di Tubuhnya

Ferry Mursyidan Baldan Meninggal di Dalam Mobil, Polisi: Tidak Ada Luka di Tubuhnya

Megapolitan
Melayat ke Rumah Duka Ferry Mursyidan Baldan, Jubir Prabowo Kaget karena Sempat Bertemu Saat Lari di Senayan

Melayat ke Rumah Duka Ferry Mursyidan Baldan, Jubir Prabowo Kaget karena Sempat Bertemu Saat Lari di Senayan

Megapolitan
Riza Patria Kenang Ferry Mursyidan Baldan: Beliau Sahabat dan Teman Diskusi yang Baik

Riza Patria Kenang Ferry Mursyidan Baldan: Beliau Sahabat dan Teman Diskusi yang Baik

Megapolitan
Dahnil Anzar Kenang Ferry Baldan Suka Guyon Jadi Orang Tajir Karena Punya Konsesi Tambang

Dahnil Anzar Kenang Ferry Baldan Suka Guyon Jadi Orang Tajir Karena Punya Konsesi Tambang

Megapolitan
Heru Budi Angkat Sekda DKI Marullah Matali Jadi Deputi Gubernur

Heru Budi Angkat Sekda DKI Marullah Matali Jadi Deputi Gubernur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.