Pemkot Jakpus Tertibkan Trotoar Pasar Tasik karena Kerap Bikin Macet

Kompas.com - 18/03/2021, 16:12 WIB
Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi bersama Kepala Suku Dinas SDA Saiful melihat pompa air asal Yunani, Jumat (15/1/2021). Penempatan pompa air dari Yunani diklaim mampu mendorong arus air lebih cepat di kawasan rawan banjir Jakarta Pusat. ISTIMEWAPlh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi bersama Kepala Suku Dinas SDA Saiful melihat pompa air asal Yunani, Jumat (15/1/2021). Penempatan pompa air dari Yunani diklaim mampu mendorong arus air lebih cepat di kawasan rawan banjir Jakarta Pusat.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Kamis (18/3/2021) pagi, menertibkan trotoar Pasar Tasik di Jalan Cideng Timur, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir.

Trotoar itu kerap dijadikan lahan parkir hingga lapak pedagang sehingga menimbulkan kemacetan panjang pada pagi hari.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan, kemacetan di Pasar Tasik sering dikeluhkan warga dan pengguna jalan, khususnya pada pagi hari mulai pukul 06.00-11.00 WIB setiap Senin dan Kamis, yang merupakan waktu operasional pasar.

Baca juga: Buntut Penyerangan gara-gara Tuduhan BAB Kucing, Polisi Datangi Rumah Korban

"Kemarin sudah kita rapatkan ke Satpol PP karena ada pedagang liar di depannya. Kita tanya pengelolanya ternyata bukan dari Pasar Tasik, makanya kita tertibkan pedagang di luar," kata Irwandi, Kamis.

Irwandi menyebut, penertiban juga dilakukan pada kendaraan yang parkir liar di sepanjang trotoar dan bahu jalan.

Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Gambir Charles Samosir menjelaskan banyak juru parkir liar yang mencari keuntungan dari kendaraan yang parkir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu bukan petugas kami, jadi orang-orang preman kampung situ, ngutip (uang) lah jadi bajaj bisa 'ngetem' ada timernya. Tapi kami memang tidak bisa menindak, hanya digebah saja," kata Charles.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.