Kompas.com - 13/04/2021, 13:40 WIB
Garis polisi terpasang di Gedung Blok C Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (13/4/2021) pasca-kebakaran semalam. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOGaris polisi terpasang di Gedung Blok C Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (13/4/2021) pasca-kebakaran semalam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (12/4/2021) sekitar pukul 18.30 WIB diduga disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Namun, penyebab tersebut masih diselidiki polisi.

“Diduga karena hubungan arus pendek dari kios yang ada di lantai dasar,” ujar Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Herbert Plider Lumba Gaol saat dikonfirmasi, Selasa (13/4/2021) siang.

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Masih Diselidiki Polisi

Herbert menyebutkan, awalnya seorang pedagang melihat adanya api di salah satu kios.

Pedagang itu lalu memberitahukan informasi tersebut kepada pedagang lainnya.

“Lalu dilakukan pemadaman oleh pedagang lainnya dan sekuriti, namun gagal dan kemudian menghubungi petugas damkar,” ujar Herbert.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebakaran kemudian dilaporkan kepada Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan pada pukul 18.29 WIB.

Baca juga: Ratusan Pedagang Korban Kebakaran di Pasar Minggu Akan Direlokasi

Awalnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran.

Namun, unit mobil pompa terus ditambah melihat kebakaran yang membesar.

Pemadam kebakaran pun berjibaku mengerahkan tenaga untuk memadamkan api.

Mereka berusaha masuk ke dalam basement Gedung Blok C Pasar Minggu.

Namun, petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk menjangkau titik api di dalam Gedung Blok C Pasar Minggu.

Baca juga: Gedung Blok C Pasar Minggu Rawan Runtuh, Pedagang Diimbau Jangan Masuk

Struktur bangunan yang bertingkat dan sudah berusia tua membuat pemadam kesulitan menjangkau titik api.

Potensi gedung roboh pun bisa terjadi.

Gedung Blok C Pasar Minggu merupakan tempat pedagang sayuran, daging, dan sembako berjualan.

Seorang pedagang Blok C Pasar Minggu bernama Agus mengatakan, ada banyak lapak pedagang yang terbakar.

Agus tak bisa menyelamatkan barang dagangannya.

“Kondisi pas kebakaran, pedagang sudah tutup. Enggak ada yang bisa diselamatkan,” kata Agus kepada Kompas.com pada Senin malam.

Baca juga: Gedung Blok C Pasar Minggu Terbakar, Damkar: Tergolong Kebakaran Besar

Api dinyatakan berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.45 WIB.

Proses pendinginan dilakukan hingga pukul 00.58 WIB.

Tak ada korban jiwa akibat kebakaran ini.

Sementara itu, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Effy Zulkifli mengatakan, anggota kepolisian masih melakukan olah TKP.

Pengecekan dilakukan oleh unit Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Sedang dicek sama labfor pagi ini,” ujar Effy saat dikonfirmasi, Selasa pagi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.