Penataan Hutan Kota di JIEP Cakung, 186 Keluarga Akan Direlokasi ke Rusun

Kompas.com - 30/04/2021, 19:50 WIB
Warga menikmati pemandangan di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga menikmati pemandangan di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkot Jakarta Timur akan menata hutan kota di kawasan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Cakung.

Camat Cakung Ahmad Sholahudin mengatakan, sedikitnya ada 186 keluarga yang akan direlokasi dampak dari penataan hutan kota tersebut.

Sebanyak 186 keluarga itu menempati bangunan liar di sekitar hutan kota.

"Berkaitan dengan program penataan itu, (pemerintah) telah mengirimkan surat kepada warga yang akan direlokasi," kata Ahmad saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Blessmiyanda Bakal Lapor Polisi, Wagub DKI: Silakan...

Ahmad mengatakan, warga terdampak bersedia direlokasi ke rumah susun (rusun). Namun, untuk lokasi rusun yang dituju belum pasti.

"Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Timur masih mendata unit rusun yang masih tersedia," ujar Ahmad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan, selain rusun di Jakarta Timur, pihaknya juga membuka pilihan merelokasi warga ke rusun di wilayah Jakarta Utara.

Namun, hal ini masih dalam tahap sosialisasi lebih lanjut ke warga.

"Hadirnya pemerintah ingin menyejahterakan masyarakatnya, tentunya untuk membiasakan masyarakat tidak hidup ilegal di atas lahan yang tidak jelas, lahan hijau dan sebagainya,” ujar Anwar, dikutip dari Tribun Jakarta.

Baca juga: Sayembara Desain Tugu Pamulang Belum Bisa Dimulai, Ini Alasannya

Direktur Operasional dan Pengembangan PT JIEP, Beta S Winarto menuturkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terkait penataan hutan kota.

Tak hanya lewat penanaman pohon yang bermanfaat, direncanakan pula pembangunan embung di hutan kota sebagai daerah resapan air guna menyelesaikan masalah banjir di sekitar lokasi.

“Kita kembalikan kembali fungsi hutan kotanya dan kita akan membangunkan satu tempat semacam embung. Supaya bisa mengatasi genangan atau banjir di kawasan,” tutur Beta.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.