Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Dihentikan Sementara

Kompas.com - 20/06/2021, 09:42 WIB
Pesepeda road bike kembali melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang setelah mendapatkan protes dari koalisi masyarakat, salah satunya Bike 2 Work, beberapa waktu lalu. Hal ini terlihat di JLNT pada Sabtu (19/6/2021) pagi. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPesepeda road bike kembali melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang setelah mendapatkan protes dari koalisi masyarakat, salah satunya Bike 2 Work, beberapa waktu lalu. Hal ini terlihat di JLNT pada Sabtu (19/6/2021) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba lintasan road bike Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang dihentikan sementara.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui akun instagramnya @dishubdkijakarta menyebut penghentian sementara uji coba berkaitan dengan kasus Covid-19 yang meningkat di wilayah Jakarta.

"Untuk mengurangi mobilitas di akhir pekan ini mengingat penyebaran Covid-19 yang sedang tinggi," tulis Dishub DKI Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Pengumuman penghentian sementara sebelumnya sudah diunggah Dishub DKI JAkarta pada Sabtu (19/6/2021) melalui akun yang sama.

Baca juga: Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (@dishubdkijakarta)

Dishub DKI meminta agar masyarakat bisa bekerjasama mengurangi mobilitas di akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mohon kerjasamanya untuk mengurangi mobilitas di akhir pekan ini mengingat penyebaran Covid-19 yang sedang tinggi," tulis Dishub.

Terlihat petugas area traffic control system (ACTS) Dishub DKI Jakarta memberikan imbauan di sekitar lokasi JLNT.

Selain di JLNT, petugas ACTS juga terlihat mengimbau pesepeda di kawasan Sudirman-Thamrin untuk menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Karpet Merah untuk Road Bike dan Keinginan Polri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Sebagai informasi penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta berada di atas 4.000 kasus dalam tiga hari terakhir.

Pada Sabtu (19/6/2021), penambahan kasus harian mencapai 4.895 dan merupakan rekor penambahan tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlangsung.

Kini angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 468.447, sedangkan kasus aktif berada di angka 27.112. Kematian akibat Covid-19 di Jakarta berjumlah 7.836.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19  di Tangsel

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Megapolitan
Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Megapolitan
Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Megapolitan
24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

Megapolitan
Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

Megapolitan
PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Megapolitan
3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X