Kompas.com - 24/06/2021, 17:07 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengakui bahwa jajarannya belakangan sering "disapa" oleh warga yang positif Covid-19 dan isolasi mandiri.

Menurut dia, banyak pasien Covid-19 merasa tidak puas karena "hanya" dipantau kondisi kesehatannya saat isolasi mandiri dengan telepon.

"Masyarakat nuntutnya banyak. Misalnya mereka positif, mereka lapor, terus penginnya segera didatangin, dilihatin, terus dikasih ini-itu. Padahal kan nggak bisa juga seperti itu," kata Novarita kepada Kompas.com, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Ia menjelaskan bahwa beban kerja puskesmas saat ini cukup berat. Selain harus berhadapan dengan melonjaknya jumlah warga yang harus dipantau saat isolasi mandiri, mereka juga memanggul beban kerja lain yang tak kalah krusial.

Untuk menangani Covid-19 saja, petugas puskesmas harus semakin banyak melakukan swab antigen dan PCR serta melakukan pelacakan kontak erat (tracing) terhadap warga.

Ditambah lagi, mereka juga mesti mengurusi vaksinasi yang sedang digencarkan, serta mencarikan rumah sakit rujukan bagi warga yang bergejala berat, padahal rumah sakit sedang penuh di mana-mana.

Ini belum menghitung jumlah tenaga puskesmas yang mulai berkurang pula karena sebagian dari mereka mulai tertular Covid-19 juga.

Padahal, layanan-layanan kesehatan lain di luar urusan Covid-19 juga harus jalan terus.

Baca juga: ICU Covid-19 di Depok Sudah Terisi 101 Persen, RS Terpaksa Pilih-pilih Pasien

"Banyak sih, keluhan dari masyarakat, 'bu, kok nggak respons, responsnya lambat?' Ya mereka kan tidak melihat. Mereka melihat dari sisi mereka saja," kata Novarita.

"Yang dipantau banyak. Kadang-kadang ada yang tidak puas juga, 'cuma ditelepon doang, Bu, tidak didatangi?' Ya, berapa banyak kalau yang mau didatangi? Nelpon saja perlu waktu juga, satu per satu ditanyai bagaimana, dicatat," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Megapolitan
Begini Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta lewat Aplikasi Sirukim...

Begini Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta lewat Aplikasi Sirukim...

Megapolitan
Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Megapolitan
Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Megapolitan
Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Megapolitan
Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Megapolitan
Mobil Bak Terbuka Tabrak Truk di Tol Tangerang Jakbar, Muatan Durian Tumpah di Jalan

Mobil Bak Terbuka Tabrak Truk di Tol Tangerang Jakbar, Muatan Durian Tumpah di Jalan

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid hingga Lebam, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid hingga Lebam, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Megapolitan
Seorang Perempuan Kena Jambret di Warkop Kawasan Manggarai, Ponsel Depan Mata Dicomot

Seorang Perempuan Kena Jambret di Warkop Kawasan Manggarai, Ponsel Depan Mata Dicomot

Megapolitan
Kebakaran Ruko di Tambora Tewaskan 6 Penghuni Kos, Api Diduga Berasal dari Korsleting Kipas di Kamar

Kebakaran Ruko di Tambora Tewaskan 6 Penghuni Kos, Api Diduga Berasal dari Korsleting Kipas di Kamar

Megapolitan
 Pondok Aren Berkibar, 3.522 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Sekeliling Situ Parigi Tangsel

Pondok Aren Berkibar, 3.522 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Sekeliling Situ Parigi Tangsel

Megapolitan
Anggota Paskibra Cabangbungin yang Berjoget Usai Upacara HUT RI Diberi Pembinaan

Anggota Paskibra Cabangbungin yang Berjoget Usai Upacara HUT RI Diberi Pembinaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.