46 Pelajar Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat Bantuan Seragam Sekolah

Kompas.com - 31/08/2021, 21:17 WIB
RT 14/RW 05 Kebon Kosong, Kemayoran, diungsikan ke gedung SDN 09 akibat kebakaran yang menghanguskan rumah mereka pada Minggu (29/8/2021). Warta KotaRT 14/RW 05 Kebon Kosong, Kemayoran, diungsikan ke gedung SDN 09 akibat kebakaran yang menghanguskan rumah mereka pada Minggu (29/8/2021).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Parangin Angin mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan seragam sekolah kepada para pelajar di Kebon Kosong, Kemayoran yang rumahnya terbakar.

"Sudah kami kirim 46 setel seragam sekolah ke pelajar yang rumahnya turut kebakar," ujar Ngapuli, Selasa (31/8/2021).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap pelajar yang rumahnya terbakar, mulai dari SD, SMP dan SMA. Total ada 49 pelajar, dengan rincian 25 orang murid SD, 9 siswa SMP, dan 12 siswa SMA.

Baca juga: 70 Rumah yang Terbakar di Kemayoran Berdiri di Atas Lahan Setneg

Dengan bantuan seragam tersebut, diharapkan pelajar yang jadi korban kebakaran bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah yang sudah berlangsung mulai awal pekan ini.

Meski demikian, Sudin Sosial tak bisa memberi bantuan buku pelajaran bagi mereka.

"Kalau buku pelajaran itu dibantu dari pihak sekolah mereka," ucap Ngapuli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain memberi bantuan khusus untuk pelajar, Ngapuli juga memastikan pihaknya telah mengirim bantuan untuk seluruh korban kebakaran yang kini mengungsi di gedung SDN 09 Kebon Kosong. Bantuan itu berupa kebutuhan sehari-hari mulai dari makanan cepat saji, pampers, selimut.

Kebakaran di Jalan Swadaya Kebon Kosong atau di area belakang Apartemen Grand Palace Kemayoran terjadi pada Minggu lalu pukul 18.25 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan 70 rumah semi permanen. Akibat kebakaran itu, 250 jiwa dari 55 KK mengungsi di SDN 09 Kebon Kosong.

Salah satu murid SMKN 21 Jakarta, Dimas Anggara Putra (16) mengungkapkan kesedihannya karena batal mengikuti PTM pada hari pertama. Dimas terpaksa tidak hadir karena buku dan seragam sekolahnya hangus terbakar.

"Harusnya saya hari ini PTM, tapi tidak jadi datang ke sekolah. Saya sudah bilang ke guru dan minta izin tidak datang," kata Dimas di tempat pengungsian di SDN 09 Kebon Kosong, Senin, seperti dilaporkan Antara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.