Kompas.com - 21/09/2021, 17:30 WIB
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin (tengah) bersama Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa (kiri) saat konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (21/9/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaKapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin (tengah) bersama Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa (kiri) saat konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (21/9/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Aksi begal terjadi empat kali dalam tiga hari berturut-turut di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, rentetan aksi begal terjadi pada Jumat (17/9/2021), Sabtu, (18/9/2021), dan Minggu (19/9/2021).

Setiap kali beraksi, para pelaku melukai korban menggunakan senjata tajam (sajam), lalu merampas kendaraan hingga barang berharga lainnya.

"Dari tanggal 17, 18, dan tanggal 19 ada kejadian pembacokan dan perampasan," ujar Iman dalam konferensi pers, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Menurut Iman, aksi pembegalan pada Jumat dini hari terjadi sebanyak dua kali di lokasi berbeda. Sementara dua pembegalan lainnya terjadi pada Sabtu dan Minggu dini hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah terjadi empat kali aksi pembegalan, polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa pelaku berjumlah enam orang.

"Iya, dari empat TKP tersebut seluruh pelaku (enam orang). Berboncengan tiga motor," kata Iman.

Baca juga: 4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

Dari enam pelaku tersebut, kata Iman, sebanyak empat orang sudah tertangkap Sedangkan dua pelaku lain belum tertangkap dan berstatus buron.

Barang bukti tiga unit sepeda motor dan sajam jenis celurit yang digunakan pelaku saat beraksi juga diamankan petugas

"Saat ini sudah ada 4 orang yang dilakukan penangkapan. Dua orang masih dalam pengejaran," ungkap Iman.

Kini, keempat pelaku berinisial RDS (17), AFA (14), FGA (17), CFR (17) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 365 dan 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

"Ancaman pidana maksimalnya 12 tahun penjara. Saat ini keempat pelaku dalam proses penyidikan di Unit Reskrim Polsek Pondok Aren," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.995 Aparat Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Buruh di Istana

1.995 Aparat Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Buruh di Istana

Megapolitan
Protes 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Buruh Bakal Gelar Unjuk Rasa di Istana

Protes 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Buruh Bakal Gelar Unjuk Rasa di Istana

Megapolitan
Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Megapolitan
Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Megapolitan
Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya...

Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya...

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambretnya hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambretnya hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Megapolitan
Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Megapolitan
Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Megapolitan
Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Megapolitan
Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Megapolitan
Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.