Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

60 Pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang Bangkrut Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 07/10/2021, 22:11 WIB
Muhammad Naufal,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 60 pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, terpaksa menutup lapak mereka lantaran bangkrut.

Kepala Pasar Anyar, Ahmad Juhaeini mengatakan, 60 pedagang itu bangkrut selama pandemi Covid-19. Dia mengemukakan, dari 60 pedagang yang bangkrut tersebut umumnya penjual pakaian.

"Ada sekitar 60-an pedagang yang bangkrut. Mereka mayoritas dari pedagang pakaian," kata Juhaeini seperti diberitakan Warta Kota, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Jelang Lebaran, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Pasar Anyar

Dia menyebutkan, ada sekitar 1.200 pedagang yang menyewa kios di Pasar Anyar. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pedagang yang berada di pasar tersebut berkurang.

Adapun sebanyak 60 pedagang yang tak lagi berjualan di Pasar Anyar disebabkan omzet yang menurun. Penurunan omzet terjadi lantaran pembeli sepi.

Juhaeini tidak mengungkapkan apakah 60 pedagang yang bangkrut itu berjualan di tempat lain atau berhenti menjadi pedagang.

Juhaeini hanya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang sempat menawarkan bantuan kepada para pedagang yang mengalami penurunan omzet. Bantuan yang ditawarkan berbentuk pinjaman melalui bank.

Namun, kata dia, banyak pedagang yang menolak bantuan itu dan memilih untuk menutup toko mereka.

"Tapi para pedagang tidak mau, mereka juga takut kehilangan asetnya kalau pinjam ke bank. Belum lagi situasi pandemi ini belum pasti berakhirnya sampai kapan," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Megapolitan
Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Megapolitan
Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Megapolitan
Panik Saat Kebakaran di Revo Town Bekasi, Satu Orang Lompat dari Lantai Dua

Panik Saat Kebakaran di Revo Town Bekasi, Satu Orang Lompat dari Lantai Dua

Megapolitan
4 Lantai Revo Town Bekasi Hangus Terbakar

4 Lantai Revo Town Bekasi Hangus Terbakar

Megapolitan
Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Berasal dari Kompor Portabel Rumah Makan

Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Berasal dari Kompor Portabel Rumah Makan

Megapolitan
Jalan Jenderal Sudirman Depan GBK Steril Jelang Jakarta Marathon

Jalan Jenderal Sudirman Depan GBK Steril Jelang Jakarta Marathon

Megapolitan
Rusunawa Marunda Dijarah, Ahok: Ini Mengulangi Kejadian Dulu

Rusunawa Marunda Dijarah, Ahok: Ini Mengulangi Kejadian Dulu

Megapolitan
Ahok Sudah Berubah, Masih Membara, tapi Sulit Maju di Pilkada Jakarta

Ahok Sudah Berubah, Masih Membara, tapi Sulit Maju di Pilkada Jakarta

Megapolitan
Ditanya Soal Kaesang Bakal Maju Pilkada Jakarta, Ahok: Enggak Ada Etika Saya Nilai Seseorang

Ditanya Soal Kaesang Bakal Maju Pilkada Jakarta, Ahok: Enggak Ada Etika Saya Nilai Seseorang

Megapolitan
Bukan Lagi Ibu Kota, Jakarta Diharapkan Bisa Terus Lestarikan Destinasi Pariwisata

Bukan Lagi Ibu Kota, Jakarta Diharapkan Bisa Terus Lestarikan Destinasi Pariwisata

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 23 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 23 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Cerah Berawan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com