Yayasan Az Zikra Tolak Pelaksanaan Reuni 212 di Masjid Miliknya di Bogor

Kompas.com - 02/12/2021, 05:30 WIB
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Jutaan orang turut dalam acara Reuni Akbar 212 yang diselenggarakan di kawasan Monas tersebut, diketahui sekitar 20.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah membantu pengamanan acara. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAUmat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Jutaan orang turut dalam acara Reuni Akbar 212 yang diselenggarakan di kawasan Monas tersebut, diketahui sekitar 20.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah membantu pengamanan acara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Az Zikra dilaporkan menolak pelaksanaan Reuni 212 di Masjid Az Zikra, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/12/2021).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat dari yayasan yang ditujukan kepada panitia Reuni Akbar 212.

Yayasan milik almarhum KH Muhammad Arifin Ilham itu menolak kegiatan apa pun yang diadakan pihak eksternal di Masjid Az Zikra karena mereka masih dalam suasana berduka.

Belum lama ini, anak dari almarhum KH Muhammad Arifin Ilham, yakni Muhammad Ameer Adz Zikro, meninggal dunia karena penyakit lever yang dideritanya.

Baca juga: Polisi Ancam Pidanakan Panitia dan Peserta jika Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda

Dalam surat penolakan tersebut disampaikan bahwa pertimbangan untuk menolak Reuni 212 datang dari ibunda Muhammad Ameer Adz Dzikro, serta hasil musyawarah bersama Dewan Syariah, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas Yayasan Az Zikra.

“Diputuskan untuk sementara waktu Majelis Az Zikra tidak menerima kegiatan apa pun yang diadakan oleh pihak eksternal,” tulis surat tersebut, seperti dikutip Tribunnews.com.

Tak direstui Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara tegas menolak Reuni 212 di Bogor, Jawa Barat, karena dapat memicu kerumunan yang berpotensi memperparah penyebaran Covid-19.

“Situasi belum normal, jadi sebaiknya dipertimbangkan untuk ditunda dan menunggu situasi lebih baik,” ujar Ridwan Kamil, Selasa (30/11/2021).

Menurut Ridwan Kamil, pemerintah saat ini kembali memperketat pembatasan kegiatan masyarakat di tempat umum seiring melonjaknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

“Kita tidak merekomendasikan (Reuni 212 digelar secara terbuka di tempat umum) karena kita sedang melakukan pengetatan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19,” pungkasnya.

Baca juga: Reuni 212 Diancam Pidana, Panitia: Seharusnya Polisi Mengamankan, Bukan Menakut-nakuti!

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Megapolitan
Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Megapolitan
Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Megapolitan
Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Megapolitan
Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.