Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, Wakil Wali Kota Minta Pemprov Perbanyak Stok Vial di Tangsel

Kompas.com - 25/03/2022, 09:00 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap pendistribusian vial (wadah steril penampung cairan) vaksin dapat diperbanyak menjelang Ramadhan.

Terlebih, vaksinasi booster menjadi syarat perjalanan untuk mudik yang biasa dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami berharap untuk vial sebelum Ramadhan diperbanyak untuk dikirim ke Tangsel. Kami berharap kepada Pemprov Banten ataupun Kemenkes untuk memberikan vial," ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan kepada wartawan di Pakualam, Serpong Utara, Tangsel, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Lokasi Vaksin Booster Pfizer di Jakarta Jumat, 25 Maret 2022

Pilar mengakui akan ada kendala yang muncul terkait vaksinasi saat Ramadhan. Menurut Pilar, pelaksanaan vaksin saat Ramadhan agak sulit karena ada pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Walaupun MUI sudah membolehkan, tapi kan masyarakat punya keyakinan masing-masing," lanjut dia.

Meski demikian, dia tetap berharap stok vial di Tangsel aman sebelum Ramadhan.  

Adapun angka kebutuhan vial yang ditargetkan Pilar yaitu mencukupi untuk kegiatan vaksinasi 10.000 orang dalam sehari.

Ia memastikan, untuk pengecekan vaksinasi kepada pelaku mudik akan dilakukan oleh pihak terkait sesuai wewenang masing-masing.

Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, Epidemiolog: Prosesnya Harus Dipermudah dan Dipercepat

Untuk pengecekan di jalur darat ataupun jalur laut akan diawasi oleh Kementerian Perhubungan.

Sedangkan untuk jalur udara atau pesawat, akan diawasi oleh pihak PT. Angkasa Pura dan sebagainya.

"Tugas kami memastikan bahwa booster itu sampai ke masyarakat, supaya nanti saat diperiksa diperjalanan mereka tidak disuruh balik kan," tutur Pilar.

"Tapi memang ada sedikit kendala, terkait dengan vial, vial memang saat ini agak slow pendistribusian," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub DKI Jakarta Ungkap Alasan Uji Coba Rekayasa Lalin di Bundaran HI

Dishub DKI Jakarta Ungkap Alasan Uji Coba Rekayasa Lalin di Bundaran HI

Megapolitan
Mengaku Dianiaya Pacar dan Dipaksa Gugurkan Kandungan, Perempuan Ini Lapor ke Polda Metro Jaya

Mengaku Dianiaya Pacar dan Dipaksa Gugurkan Kandungan, Perempuan Ini Lapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Siswa Kurang Mampu Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemkot Depok Siapkan Dana Bantuan Pendidikan untuk Tiap Jenjang

Siswa Kurang Mampu Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemkot Depok Siapkan Dana Bantuan Pendidikan untuk Tiap Jenjang

Megapolitan
Sekeluarga Diusir dari Rusun Jatinegara, Wagub DKI: Anaknya Sudah Dihukum, Apa Sekeluarga Harus Terima Hukuman?

Sekeluarga Diusir dari Rusun Jatinegara, Wagub DKI: Anaknya Sudah Dihukum, Apa Sekeluarga Harus Terima Hukuman?

Megapolitan
Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol, Lebih dari 80 Ponsel Raib

Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol, Lebih dari 80 Ponsel Raib

Megapolitan
1.600 Petugas Gabungan Disiagakan untuk Pertandingan Piala AFF U19 di Kota Bekasi

1.600 Petugas Gabungan Disiagakan untuk Pertandingan Piala AFF U19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Bikin Antrean Mengular, Ini Alasan MRT Jakarta Sediakan X-Ray di Pintu Masuk

Bikin Antrean Mengular, Ini Alasan MRT Jakarta Sediakan X-Ray di Pintu Masuk

Megapolitan
Uji Emisi Gratis Akan Digelar 3 Hari di Jakarta Barat, Ini Lokasinya

Uji Emisi Gratis Akan Digelar 3 Hari di Jakarta Barat, Ini Lokasinya

Megapolitan
94.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Ketiga Tiba di Bandara Soetta

94.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Ketiga Tiba di Bandara Soetta

Megapolitan
Kawanan Curanmor Beraksi di Harjamukti Depok, Korban Berpapasan lalu Kejar Pelaku...

Kawanan Curanmor Beraksi di Harjamukti Depok, Korban Berpapasan lalu Kejar Pelaku...

Megapolitan
Pedagang Bubur Jadi Korban Pembacokan di Tambun Bekasi

Pedagang Bubur Jadi Korban Pembacokan di Tambun Bekasi

Megapolitan
Car Free Day Jakarta Ditiadakan Saat Idul Adha 10 Juli 2022

Car Free Day Jakarta Ditiadakan Saat Idul Adha 10 Juli 2022

Megapolitan
Polri Usut Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Kerja Sama

Polri Usut Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Kerja Sama

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Beri Kartu Merah ke Pengunjung yang Melanggar Aturan di Tebet Eco Park

Pemprov DKI Akan Beri Kartu Merah ke Pengunjung yang Melanggar Aturan di Tebet Eco Park

Megapolitan
Warga Tolak Pergantian Nama Jadi Jalan Entong Gendut di Condet, Plang Ditutup Kertas lalu Ditulisi 'Jalan Budaya'

Warga Tolak Pergantian Nama Jadi Jalan Entong Gendut di Condet, Plang Ditutup Kertas lalu Ditulisi "Jalan Budaya"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.