Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lewat Temuan Sisa-sisa Kotoran, Berang-berang Dipastikan Hidup di Sungai Ciliwung

Kompas.com - 08/10/2022, 21:54 WIB
Zintan Prihatini,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Perkumpulan Pemerhati Ekosistem dan Satwa Liar, Aspera Madyasta (Asta) Indonesia menemukan jejak keberadaan berang-berang di Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat. Mereka membuktikan adanya hewan tersebut melalui sisa kotoran atau feses yang ditinggalkan berang-berang.

Dijelaskan Ketua Asta Indonesia, Averroes Oktaliza berang-berang akan buang kotoran di tempat yang sama. Maka, pihaknya memastikan bahwa hewan berbulu ini masih hidup di kawasan sungai.

"Berang-berang berbeda dengan hewan lain yang buang air sembarangan. Berang-berang kalau sudah buang air di suatu tempat akan di situ terus," ujar pria yang akrab disapa Ave itu saat ditemui Kompas.com di kawasan Sungai Ciliwung, Sabtu (8/10/2022).

Baca juga: Pemerhati Satwa Liar Khawatir Banyak Influencer Gunakan Berang-berang untuk Bikin Konten

Tak mudah menemukan berang-berang di Sungai Ciliwung sebab hewan mamalia ini, lebih aktif di malam hari.

Dalam studi terkait berang-berang di Ciliwung yang didukung oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) itu, tim menemukan sisa makanan berupa kepiting, kerang, amfibi, dan sisik ular. Mereka pun bisa diidentifikasi melalui jejak kakinya.

"Kami juga mencari sarangnya, biasanya di depan sarangnya ada jejaknya. Ada beberapa sarang yang mempunyai tanah licin untuk tempat dia meluncur," imbuh Ave.

Sejak Sabtu pagi, Asta Indonesia melakukan pencarian jejak dari berang-berang di sepanjang Sungai Ciliwung.

Baca juga: Berang-berang Ternyata Hidup di Sungai Ciliwung, Jejaknya Ditemukan di Kolong Jembatan GDC

Titik pertama, Ave dan timnya mencari sisa-sisa aktivitas berang-berang di kolong jembatan kawasan Grand Depok City (GDC), Depok.

"Tadi di titik pertama Grand Depok City kami sudah menemukan jejak berang-berang," ucap Ave.

Di lokasi ini, tak ditemukan berang-berang yang sedang beraktivitas di sarangnya. Namun, pihaknya akan terus mengidetifikasi keberadaan hewan tersebut untuk menentukan spesiesnya.

Begitu pula di titik kedua yakni Sungai Ciliwung di bawah Jembatan Panus, dan titik ketiga di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Walaupun masih samar tapi nanti kami coba malam hari ini identifikasi lagi apakah ini berang-berang bulu licin ataupun berang-berang cakar kecil," lanjutnya.

Baca juga: Begitu Sulit Mencari Berang-berang di Sungai Ciliwung...

Usai pencarian dilakukan di sejumlah titik, mereka masih belum menemukan pergerakan berang-berang di sekitar sungai. Pasalnya, hewan akuatik itu lebih aktif mencari makan di malam hari.

"Nanti malam saya atau beberapa anggota tim akan memantau dari jauh dengan teropong infrared untuk merekam hewannya langsung," katanya.

Lebih jauh, Ave mengungkapkan dari 13 spesies berang-berang, empat di antaranya hidup di Indonesia. Adapun studi yang dilakukannya ialah untuk mengidentifikasi dua spesies yakni berang-berang bulu licin dan berang-berang cakar kecil.

"Kalau yang berang-berang cakar kecil ini masih berbentuk hipotesa, bahwa kemungkinan ada dan kami yakin ada di Ciliwung," papar Ave.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, warga sekitar dan komunitas lingkungan juga menyaksikan adanya berang-berang cakar kecil di kawasan Sungai Ciliwung. Oleh sebab itu, dalam studi kali ini tim akan terus mencari dan menelusuri perairan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Pelaku Sindikat Pencurian Motor di Tambora

Polisi Tangkap 3 Pelaku Sindikat Pencurian Motor di Tambora

Megapolitan
Dukcapil DKI Catat 1.038 Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2024

Dukcapil DKI Catat 1.038 Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2024

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemuda yang Cabuli Anak 5 Tahun di Cengkareng

Polisi Tangkap Pemuda yang Cabuli Anak 5 Tahun di Cengkareng

Megapolitan
Usai Rampas Ponsel Pelanggan Warkop, Remaja di Bekasi Lanjut Begal Pengendara Motor

Usai Rampas Ponsel Pelanggan Warkop, Remaja di Bekasi Lanjut Begal Pengendara Motor

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Mitigasi Cegah Risiko dan Dampak Perekonomian Setelah Jakarta Tak Lagi Ibu Kota

Pemprov DKI Siapkan Mitigasi Cegah Risiko dan Dampak Perekonomian Setelah Jakarta Tak Lagi Ibu Kota

Megapolitan
Polisi Tangkap TikTokers Galihloss Buntut Konten Diduga Nistakan Agama

Polisi Tangkap TikTokers Galihloss Buntut Konten Diduga Nistakan Agama

Megapolitan
Polisi Tangkap Begal Remaja yang Beraksi di Jatiasih dan Bantargebang Bekasi

Polisi Tangkap Begal Remaja yang Beraksi di Jatiasih dan Bantargebang Bekasi

Megapolitan
Jangan Khawatir Lagi, Taksi 'Online' Dipastikan Boleh Antar Jemput Penumpang di Terminal Kampung Rambutan

Jangan Khawatir Lagi, Taksi "Online" Dipastikan Boleh Antar Jemput Penumpang di Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Anak yang Aniaya Ibu Kandungnya di Cengkareng

Polisi Periksa Kejiwaan Anak yang Aniaya Ibu Kandungnya di Cengkareng

Megapolitan
Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Tak Ditolong Saat Pendarahan dan Dirampas Ponselnya oleh Kekasih

Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Tak Ditolong Saat Pendarahan dan Dirampas Ponselnya oleh Kekasih

Megapolitan
Polisi Tangkap Selebgram Terkait Kasus Narkoba di Jaksel

Polisi Tangkap Selebgram Terkait Kasus Narkoba di Jaksel

Megapolitan
Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading Ditinggal Kekasih Saat Pendarahan

Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading Ditinggal Kekasih Saat Pendarahan

Megapolitan
Ketua Fraksi PSI: Penonaktifan NIK Konsekuensi bagi Warga Jakarta yang Pindah ke Daerah Lain

Ketua Fraksi PSI: Penonaktifan NIK Konsekuensi bagi Warga Jakarta yang Pindah ke Daerah Lain

Megapolitan
Bukan Transaksi Narkoba, 2 Pria yang Dikepung Warga Pesanggrahan Ternyata Mau ke Rumah Saudara

Bukan Transaksi Narkoba, 2 Pria yang Dikepung Warga Pesanggrahan Ternyata Mau ke Rumah Saudara

Megapolitan
Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Dibunuh 'Pelanggannya' karena Sakit Hati

Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Dibunuh "Pelanggannya" karena Sakit Hati

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com