Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira menyebutkan, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2023 seharusnya 10,55 persen sesuai usulan unsur buruh.

Bhima memiliki alasannya, yakni perhitungan itu didapat dari pertumbuhan ekonomi DKI per kuartal III sebesar 5,94 persen, kemudian ditambahkan nilai inflasi September 2022 sebesar 4,61 persen.

"(Pertumbuhan ekonomi) 5,94 persen ditambah 4,61 persen sama dengan 10,55 persen. Idealnya kenaikan UMP DKI," ujar Bhima saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).

Nilai perhitungan itu, kata Bhima, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Baca juga: Besok Buruh Akan Demo Besar-besaran di Balai Kota Tolak Kenaikan UMP DKI 2023 Rp 4,9 Juta

"Sesuai PP 78/2015 sebenarnya, regulasi yang dibuat pemerintah sendiri," kata Bhima.

Bhima menambahkan, ia tidak setuju dengan kenaikan UMP dibatasi maksimal 10 persen. Menurut dia, hal itu kontradiktif.

"Aturan yang sangat kontradiktif terhadap pemulihan ekonomi karena naiknya maksimum hanya dibatasi 10 persen. Padahal judulnya adalah UMP, yang harusnya adalah pengusaha bisa saja menaikkan upah di atas 10 persen, begitu juga kepala daerah," kata Bhima.

Bhima mengatakan, UMP seharusnya dinaikkan setinggi mungkin untuk memulihkan ekonomi.

"Jadi cara berpikirnya selama ini salah. Cara berpikirnya bahwa kalau upah minimum naik nanti banyak terjadi PHK, kemudian akan terjadi inflasi yang tinggi," ujar Bhima.

Baca juga: Pengusaha dan Buruh Kompak Tolak UMP DKI 2023 yang Naik Jadi Rp 4,9 Juta

"Padahal yang terjadi justru upah minimum yang dinaikkan, buruh lebih banyak belanja itu akan membuka lapangan kerja, kesempatan kerja baru. Karena permintaan secara agregatnya bisa meningkat," kata dia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Penganiayaan Lansia di Utan Kayu Ditangani Polres Jakarta Timur

Kasus Penganiayaan Lansia di Utan Kayu Ditangani Polres Jakarta Timur

Megapolitan
Polres Tangsel Siapkan Tim Jibom untuk Amankan Konser Westlife di ICE BSD

Polres Tangsel Siapkan Tim Jibom untuk Amankan Konser Westlife di ICE BSD

Megapolitan
Punya Masalah Bau Badan, Pengamen Angklung Curi Parfum di Minimarket Duren Sawit

Punya Masalah Bau Badan, Pengamen Angklung Curi Parfum di Minimarket Duren Sawit

Megapolitan
Lansia di Jaktim Dianiaya ART, Lapor ke Anak dan Menantu tapi Tak Dipercaya

Lansia di Jaktim Dianiaya ART, Lapor ke Anak dan Menantu tapi Tak Dipercaya

Megapolitan
Peringati Hari Pers Nasional, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Dibanjiri Karangan Bunga

Peringati Hari Pers Nasional, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Dibanjiri Karangan Bunga

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Teddy Minahasa dalam Sidang Putusan Sela Kasus Narkoba

Hakim Tolak Eksepsi Teddy Minahasa dalam Sidang Putusan Sela Kasus Narkoba

Megapolitan
Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Tangsel hingga Kota Tangerang Siang Ini

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Tangsel hingga Kota Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Polda Metro Janji Usut Laporan Keluarga Hasya soal Dugaan Kelalaian AKBP (Purn) Eko secara Transparan

Polda Metro Janji Usut Laporan Keluarga Hasya soal Dugaan Kelalaian AKBP (Purn) Eko secara Transparan

Megapolitan
Irjen Teddy Tiba di PN Jakarta Barat, Hadiri Sidang Putusan Sela Kasus Peredaran Narkoba

Irjen Teddy Tiba di PN Jakarta Barat, Hadiri Sidang Putusan Sela Kasus Peredaran Narkoba

Megapolitan
Sidang Putusan Sela Teddy Minahasa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Barat

Sidang Putusan Sela Teddy Minahasa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Barat

Megapolitan
Sederet 'Dosa' Bripda Haris, Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi 'Online' di Depok

Sederet "Dosa" Bripda Haris, Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi "Online" di Depok

Megapolitan
Adukan Wali Kota Depok ke Ombudsman, Ini Isi Tuntutan Orangtua Murid SDN Pondok Cina 1

Adukan Wali Kota Depok ke Ombudsman, Ini Isi Tuntutan Orangtua Murid SDN Pondok Cina 1

Megapolitan
Nasib Bripda Haris Usai Bunuh Sopir Taksi 'Online': Akan Dipecat dari Polri dan Terancam Kurungan 15 Tahun

Nasib Bripda Haris Usai Bunuh Sopir Taksi "Online": Akan Dipecat dari Polri dan Terancam Kurungan 15 Tahun

Megapolitan
Gelombang Unjuk Rasa Tolak ERP, Massa Ojol Gelar Aksi di Balai Kota hingga Rencana Penarikan Raperda

Gelombang Unjuk Rasa Tolak ERP, Massa Ojol Gelar Aksi di Balai Kota hingga Rencana Penarikan Raperda

Megapolitan
Saat Pelanggan Bakmi yang Parkir Sembarangan di Depan Rumah Warga di Kwitang Tuai Keributan…

Saat Pelanggan Bakmi yang Parkir Sembarangan di Depan Rumah Warga di Kwitang Tuai Keributan…

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.