Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Helm Pengunjung Sering Hilang, Pengelola TIM Bakal Bikin Tempat Penitipan

Kompas.com - 06/01/2023, 19:51 WIB
Muhammad Naufal,
Jessi Carina

Tim Redaksi

Usai menemui penjaga itu, @riqmann lalu menemui karyawan dari pengelola TIM.

Kepada karyawan itu, ia meminta rekaman CCTV yang berada di parkiram TIM. Namun, karyawan itu mengaku tak ada kamera CCTV yang terinstal di parkiran TIM.

Tak hanya itu, menurut karyawan tersebut, tak tersedia loker penitipan helm di TIM.

Di tempat parkir TIM juga disebut tak ada yang menjaga.

"Nah ini gue kesel banget pas dia (pegawai bilang) kurang SDM. Karena itu udah alesan banget. Terus, (alasan) terakhir klasik banget, pengelola (bilang) itu ada spanduk," urai @riqmann.

"(Tulisan di spanduk) kalau kehilangan barang pribadi, bukan tanggung jawab pengelola. Tapi, gue tegesin lagi, gue enggak melihat ada spanduk," sambungnya.

Pada 23 Desember 2022, @riqmann lalu menemui perwakian PT Jakpro selaku pengelola TIM dan perwakilan anak perusahaannya yang mengurus soal parkir, PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).

Hasil pertemuan, lokasi parkir di basement itu di bawah naungan Kawasan Pengendalian Parkir (KPP) Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

@riqmann menilai PT Jakpro dan PT JUP hendak melepas tanggung jawab atas peristiwa kehilangan helm itu.

Pada hari yang sama, ia turut menemui perwakilan KPP Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Saat pertemuan itu, menurut @riqmann, KPP Dinas Kebudayaan DKI justru beradu mulut dengan PT JUP.

@riqmann lalu menyatakan, komunikasi internal dari sejumlah pihak itu tak berjalan.

Ia juga akhirnya tak menemui solusi dari peristiwa kehilangan helmnya.

Lalu, ia menyarankan agar tak ada pengunjung yang parkir di TIM.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Megapolitan
'Mayday', 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

"Mayday", 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

Megapolitan
Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Megapolitan
3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

Megapolitan
Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Megapolitan
PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

Megapolitan
Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Megapolitan
Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Megapolitan
Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Megapolitan
Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Megapolitan
Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Megapolitan
Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Megapolitan
Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk 'Liquid'

Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk "Liquid"

Megapolitan
PMI Jakbar Sebut Stok Darah Mulai Meningkat Akhir April 2024

PMI Jakbar Sebut Stok Darah Mulai Meningkat Akhir April 2024

Megapolitan
Nekatnya Eks Manajer Resto Milik Hotman Paris, Gelapkan Uang Perusahaan Rp 172 Juta untuk Judi 'Online' dan Bayar Utang

Nekatnya Eks Manajer Resto Milik Hotman Paris, Gelapkan Uang Perusahaan Rp 172 Juta untuk Judi "Online" dan Bayar Utang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com