Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Jadi Tren, Peminat Nikah di KUA Tak Seramai Itu

Kompas.com - 03/02/2023, 17:16 WIB
Dzaky Nurcahyo,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia maya belakangan ini dihebohkan dengan tren menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Sejumlah warganet membagikan foto-foto mereka berfoto sat ijab kabul di KUA dengan embel-embel "menikah gratis".

Meski begitu, fakta di lapangan, orang yang menikah di KUA tak seramai sebagaimana digembar-gemborkan media sosial.

Baca juga: KUA Siapkan Bimbingan Perkawinan, Wajib Diikuti Calon Pengantin

Sejumlah KUA di wilayah Jakarta Barat melaporkan tak ada peningkatan yang signifikan untuk pernikahan di kantor mereka.

Di KUA Taman Sari, misalnya, KUA yang terletak di Jalan Kemukus Nomor 15 itu menyatakan tren nikah di luar kantor KUA masih lebih eksis.

Selama Januari 2023, ada 32 pernikahan yang tercatat di KUA Taman Sari. Namun, hanya 12 pasangan yang melakukan ijab kabul secara langsung di KUA.

"Tren nikah di kantor KUA memang sedang marak dibicarakan, tetapi faktanya lebih banyak pasangan yang melakukan ijab kabul di luar kantor," ujar Kepala KUA Taman Sari, Zaenal Arifin, saat ditemui Kompas.com pada Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Ketua KUA Gambir: Lagi Viral Nikah di KUA, Beberapa Bagus Tempatnya, Ada Gebyoknya...

Hal yang sama juga diungkap oleh Kepala KUA Palmerah, Sunardi.

Ia menyatakan bahwa masyarakat di Kecamatan Palmerah lebih menyukai untuk melangsungkan ijab kabul di luar kantor KUA.

Sunardi menilai ada sejumlah faktor yang membuat tren nikah di KUA tak sebanding dengan fakta di lapangan. Salah satunya adalah gengsi yang tinggi di masyarakat.

"Bagi muda-mudi yang baru menikah untuk pertama kali, tentu ada desakan dari pihak keluarga besar supaya melangsungkan ijab kabul di luar kantor KUA," kata Sunardi.

"Menikah di kantor KUA itu stigmanya masih jelek. Takut dicap tak memiliki modal nikah," sambung dia.

Baca juga: Sistem Dukcapil Kota Bekasi Terintegrasi dengan KUA, Pasangan Baru Menikah Bisa Langsung Dapat KK

Sebagai informasi, tren nikah di KUA berawal dari utas yang viral di platform Twitter. 

Akun @odongpejjj membagikan cerita manisnya soal menikah di KUA.

"Aku nikah tahun 2021 gratis karena di KUA doang terus foto belakangnya pohon pisang HAHAHAHA," tulisnya pada Sabtu (28/1/2023).

Dalam twitnya, Odongpejj juga membagikan momen kebahagiaannya dengan sang isteri usai ijab kabul.

Saat itu, dirinya menggunakan kemeja bermotif lengkap dengan topi hitam. Sementara isterinya mengenakan kebaya berwarna biru muda.

Baca juga: Viral, Kisah Warganet Nikah Gratis di KUA, Kemenag: Memang Sedang Tren

Hingga Jumat (3/2/2023), utas tersebut telah dikomentari oleh 1.752 warganet, dibagikan kepada 7.874 akun, dan disukai hingga 28.200 pengguna Twitter.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

14 Pasien DBD Dirawat di RSUD Tamansari Per 24 April 2024

14 Pasien DBD Dirawat di RSUD Tamansari Per 24 April 2024

Megapolitan
BPBD DKI: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta pada 25-29 April 2024

BPBD DKI: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta pada 25-29 April 2024

Megapolitan
Bocah 7 Tahun di Tangerang Dibunuh Tante Sendiri, Dibekap Pakai Bantal

Bocah 7 Tahun di Tangerang Dibunuh Tante Sendiri, Dibekap Pakai Bantal

Megapolitan
Tiktoker Galihloss Terseret Kasus Penistaan Agama, Ketua RW: Orangtuanya Lapor Anaknya Ditangkap

Tiktoker Galihloss Terseret Kasus Penistaan Agama, Ketua RW: Orangtuanya Lapor Anaknya Ditangkap

Megapolitan
Warga Rusun Muara Baru Antusias Tunggu Kedatangan Gibran Usai Penetapan KPU

Warga Rusun Muara Baru Antusias Tunggu Kedatangan Gibran Usai Penetapan KPU

Megapolitan
Pembatasan Kendaraan Dianggap Bisa Kurangi Macet Jakarta, Asalkan Transportasi Publik Baik

Pembatasan Kendaraan Dianggap Bisa Kurangi Macet Jakarta, Asalkan Transportasi Publik Baik

Megapolitan
Buang Pepaya karena Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Rugi Besar

Buang Pepaya karena Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Rugi Besar

Megapolitan
Gara-gara Sakit Hati, Seorang Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

Gara-gara Sakit Hati, Seorang Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

Megapolitan
Harga Pepaya di Pasar Induk Kramatjati Anjlok, Pedagang: Tombok Terus

Harga Pepaya di Pasar Induk Kramatjati Anjlok, Pedagang: Tombok Terus

Megapolitan
Pilkada Kota Bogor 2024, Golkar Prioritaskan Koalisi dengan Partai Pengusung Prabowo-Gibran

Pilkada Kota Bogor 2024, Golkar Prioritaskan Koalisi dengan Partai Pengusung Prabowo-Gibran

Megapolitan
Amankan Penetapan Presiden-Wakil Presiden 2024, Polda Metro Kerahkan 4.051 Personel Gabungan

Amankan Penetapan Presiden-Wakil Presiden 2024, Polda Metro Kerahkan 4.051 Personel Gabungan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya karena Pembeli Belum Balik ke Jakarta

Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya karena Pembeli Belum Balik ke Jakarta

Megapolitan
Komisi B DPRD DKI Minta Pemprov DKI Tak Asal Batasi Kendaraan, Transportasi Publik Harus Membaik

Komisi B DPRD DKI Minta Pemprov DKI Tak Asal Batasi Kendaraan, Transportasi Publik Harus Membaik

Megapolitan
Politisi PAN dan Golkar Bogor Bertemu, Persiapkan Koalisi untuk Pilkada 2024

Politisi PAN dan Golkar Bogor Bertemu, Persiapkan Koalisi untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Nasib Tiktoker Galihloss Pelesetkan Kalimat Taawuz Berujung Terseret Kasus Penistaan Agama

Nasib Tiktoker Galihloss Pelesetkan Kalimat Taawuz Berujung Terseret Kasus Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com