Bawa Tumpeng ke DPR, Pedemo Tolak Perppu Cipta Kerja: Para Pengkhianat Bangsa, Ini Lho Hasil Rakyat...

Kompas.com - 28/02/2023, 13:55 WIB
Tria Sutrisna,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi demonstrasi penolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja membawa "sesajen" berupa tumpeng dan hasil bumi ke Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Pantauan Kompas.com, Selasa (28/2/2023), massa aksi mengarak tumpeng tersebut di Jalan Raya Gatot Subroto mengarah gerbang utama gedung DPR/MPR RI.

Tampak pula keranda dan bendera kuning bertuliskan "Gugurnya Suara Rakyat" yang dibawa oleh massa aski.

Punco, salah seorang perwakilan massa aksi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia mengatakan, tumpeng dan hasil bumi tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kekecewaan warga terhadap pemerintah serta para wakil rakyat.

Baca juga: Massi Aksi Tolak Perppu Cipta Kerja Longmarch ke DPR, Lalu Lintas Jalan Gatot Subroto Tersendat

"Ini menjadi bukti bahwa makanan-makanan ini diarak atas penderitaan rakyat. Ini menunjukkan pemerintah menjadikan rakyatnya sebagai budak untuk kepentingan mereka," ujar Punco kepada wartawan.

"Di satu sisi ini hadiah dari kemandirian rakyat. Bukan karena pembangunan," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Independen 92, Sunarti mengatakan bahwa tumpeng dibawa ini akan diberikan kepada anggota DPR/MPR, sebagai bentuk protes terhadap para pengkhianat rakyat.

"Bagi para pengkhianat untuk bangsa ini kita tunjukkan ini lho hasil rakyat. Ini lah yang hari ini kita bawa, tumpeng rasa syukur bercampur rasa prihatin," kata Sunarti.

"Dan keranda ini menjadi pengingat bahwa para pengkhianat bangsa akan berakhir di keranda ini," pungkasnya.

Baca juga: Demo Tolak Perppu Cipta Kerja di Gedung DPR/MPR, Ini 10 Tuntutan Massa

Sebagai informasi, sejumlah elemen masyarakat mengatasnamakan Gerakan Ultimatum Rakyat dan Protes Rakyat Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2023).

Unjuk rasa yang bakal diikuti oleh gabungan kelompok buruh, petani, mahasiswa itu digelar dalam rangka menolak pengesahan Perppu Cipta Kerja.

Sebanyak 10.000 massa berbagai elemen masyarakat diperkirakan hadir dalam aksi demonstrasi di depan gedung parlemen pada hari ini.

"Harus diketahui bahwa Perppu Cipta Kerja telah mengancam berbagai sektor kehidupan rakyat, mulai dari buruh, mahasiswa dan masyarakat rentan di wilayah perkotaan," ujar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sekjen KPA Dewi Kartika saat dikonfirmasi, Selasa.

Selain itu, Dewi menegaskan bahwa Perppu Cipta Kerja secara pasti mengancam kesejahteraan petani, nelayan, masyarakat adat, perempuan di wilayah pedesaan dan pelosok negeri.

Baca juga: Ada Demo Tolak Perppu Cipta Kerja di DPR/MPR, Pengendara Diimbau Cari Jalur Alternatif

Berikut 10 tuntutan massa aksi Gerakan Ultimatum Rakyat dan Protes Rakyat Indonesia:

Halaman:


Terkini Lainnya

Duduk Perkara Dishub Pinjam Alat Relawan Ranjau Paku untuk Foto

Duduk Perkara Dishub Pinjam Alat Relawan Ranjau Paku untuk Foto

Megapolitan
Waspada HMPV, Warga Jaktim Diimbau Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Waspada HMPV, Warga Jaktim Diimbau Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Megapolitan
Geger Pesta Seks 'Swinger' di Jakarta...

Geger Pesta Seks "Swinger" di Jakarta...

Megapolitan
Lansia di Duren Sawit Enggan Lapor Polisi Usai Jadi Korban Hipnotis: Takutnya Dimintai Uang

Lansia di Duren Sawit Enggan Lapor Polisi Usai Jadi Korban Hipnotis: Takutnya Dimintai Uang

Megapolitan
Polda Metro Ungkap Anggota yang Arogan Saat Kawal Mobil RI 36

Polda Metro Ungkap Anggota yang Arogan Saat Kawal Mobil RI 36

Megapolitan
PM Jepang Shigeru Ishiba Temui Prabowo di Istana Bogor Besok, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

PM Jepang Shigeru Ishiba Temui Prabowo di Istana Bogor Besok, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Megapolitan
Perhiasannya Dibawa Kabur Pelaku Hipnotis, Lansia di Duren Sawit: Itu Pemberian Almarhum Anak Saya

Perhiasannya Dibawa Kabur Pelaku Hipnotis, Lansia di Duren Sawit: Itu Pemberian Almarhum Anak Saya

Megapolitan
PMI Tangsel Ajak Warga Donor Darah, Berikut Daftar Lokasinya

PMI Tangsel Ajak Warga Donor Darah, Berikut Daftar Lokasinya

Megapolitan
Wanita Lansia di Duren Sawit Jadi Korban Hipnotis, Cincin dan Perhiasan Raib

Wanita Lansia di Duren Sawit Jadi Korban Hipnotis, Cincin dan Perhiasan Raib

Megapolitan
5 Tahun Tak Terima Sertifikat Tanah, Warga Desak Developer Bukit Swiss Jonggol Kembalikan Dana Pembelian

5 Tahun Tak Terima Sertifikat Tanah, Warga Desak Developer Bukit Swiss Jonggol Kembalikan Dana Pembelian

Megapolitan
Polda Metro Bakal Panggil Petugas Patwal Mobil RI 36 yang Tunjuk-tunjuk Taksi

Polda Metro Bakal Panggil Petugas Patwal Mobil RI 36 yang Tunjuk-tunjuk Taksi

Megapolitan
Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Mobil di Tanjung Barat Disebut Kurang Fokus Saat Mengemudi

Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Mobil di Tanjung Barat Disebut Kurang Fokus Saat Mengemudi

Megapolitan
Sudin Pendidikan Jaksel Serahkan Sanksi untuk Guru yang Lecehkan Siswi di SMK Cilandak ke Yayasan

Sudin Pendidikan Jaksel Serahkan Sanksi untuk Guru yang Lecehkan Siswi di SMK Cilandak ke Yayasan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Pasutri Hendak Gelar Pesta Seks Swinger Libatkan WNA

Sebelum Ditangkap, Pasutri Hendak Gelar Pesta Seks Swinger Libatkan WNA

Megapolitan
Stok Darah PMI Tangsel Turun Awal Tahun 2025, Warga Dimbau Berdonor

Stok Darah PMI Tangsel Turun Awal Tahun 2025, Warga Dimbau Berdonor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau