Djarot Sebut Dampak Simpang Susun Semanggi Tak Bisa Langsung Terasa - Kompas.com

Djarot Sebut Dampak Simpang Susun Semanggi Tak Bisa Langsung Terasa

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 17/07/2017, 10:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat diwawancara di Balai Kota, Senin (17/7/2017) pagi.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat diwawancara di Balai Kota, Senin (17/7/2017) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut hasil dari pembangunan simpang susun Semanggi tidak bisa terasa dalam waktu dekat.

Hal itu dikarenakan proyek lain yang turut menunjang upaya mengurai kemacetan lalu lintas masih dalam proses pembangunan.

"Apakah hasilnya bisa kita nikmati dalam waktu dekat? Tentu saja belum bisa, harus berproses. Itu akan dinikmati betul, paling tidak ketika pembangunan MRT (mass rapid transit) sudah selesai," kata Djarot di Balai Kota, Senin (17/7/2017) pagi.

Djarot menjelaskan, proyek MRT di Jakarta masih berkutat pada pembangunan stasiun di sejumlah tempat, seperti stasiun MRT di Bendungan Hilir maupun Blok M.

Ketika MRT sudah penuh beroperasi, warga Jakarta baru bisa merasakan manfaat dari proyek-proyek itu yang bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di Ibu Kota.

"Kalau sudah selesai semua, ini akan lancar. Kenapa harus saya sampaikan? Karena masyarakat kita suka berpikir instan," tutur Djarot.

Baca: Bagaimana Simpang Susun Semanggi Bisa Kurangi Kemacetan?

Bangunan fisik simpang susun Semanggi sudah rampung. Pada rapat pimpinan (rapim) hari ini di Balai Kota, akan ditentukan apa nama yang akan diberikan untuk simpang susun Semanggi.

Kompas TV Djarot Ingin Tetap Gunakan Nama Simpang Susun Semanggi

PenulisAndri Donnal Putera
EditorFidel Ali
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM