Tata Kampung Kumuh, Sandiaga Minta Bawahannya Berpikir Out of The Box - Kompas.com

Tata Kampung Kumuh, Sandiaga Minta Bawahannya Berpikir Out of The Box

Kompas.com - 13/02/2018, 12:20 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (12/2/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta bawahannya di Pemprov DKI Jakarta untuk berpikir sangat out of the box dalam menata Jakarta.

Hal ini disampaikannya usai menerima laporan dari Oswar Muadzin Mungkasa, Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dalam lokakarya penataan RW 17 Penjaringan bersama Human Cities Coalition (HCC).

Oswar sebelumnya mengatakan, deputi yang dipimpinnya banyak mengerjakan hal-hal yang out of the box, bahkan out of the earth.

"We should really think out of the box, yang saya bilang buat moonshot, sangat out of the box, kita bikin konsep bagaimana kampung dibangun bukan dengan pemikiran business as usual, karena nggak bakal jalan," ujar Sandiaga di Hotel Borobudur, Selasa (13/2/2018).

Baca juga : Wali Kota Jakarta Utara: Penataan Kampung Akuarium Masih Dirumuskan

Menurut Sandiaga, pembangunan harus mampu mengolaborasikan unsur pemerintah, masyarakat, dan swasta. Dalam menata RW 17 Penjaringan, Jakarta Utara, Pemprov DKI Jakarta menggandeng HCC, perusahaan cat AkzoNobel (Dulux), dan warga Penjaringan.

Warga beraktivitas di permukiman kumuh kampung nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018).  Angka kemiskinan di Jakarta saat ini mencapai 3,77 persen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan angka kemiskinan di Ibu Kota turun satu persen dalam kurun waktu lima tahun.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga beraktivitas di permukiman kumuh kampung nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018). Angka kemiskinan di Jakarta saat ini mencapai 3,77 persen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan angka kemiskinan di Ibu Kota turun satu persen dalam kurun waktu lima tahun.
"Ini janji saya dan Pak Anies menata dengan mengajak dialog warga, dari penataan ini ada partisipasi kolaborasi pemerintah, warga masyarakat dan dunia usaha," kata Anies.

Baca juga : Rumah Berlapis, Rusun untuk Penataan Kampung ala Anies-Sandi

Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin Mungkasa menyampaikan penataan yang dilakukan selama ini sifatnya sporadis dan hanya mempercantik luarnya saja. Menurut Oswar, hidup masyarakat yang lingkungannya dipercantik tetap miskin dan susah.

"Kita banyak melakukan beautifikasi, banyak hal yang belum kita sentuh, harusnya kita menyelesaikan dikeroyok bersama-sama sehingga ada collaborative approach di mana kita memecahkan semua silo-silo, sekat-sekat di antara pusat, daerah, NGO, dan swasta," ujar Oswar.

Baca juga : Kata Anies, Penataan Kampung Harus Perhatikan Infrastruktur Lunak

Kompas TV Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menghadiri pernikahan warga di Tanah Merah, Jakarta Utara.


Komentar

Close Ads X