Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saluran Akan Dibuat untuk Kuras Genangan di Rusun Komarudin

Kompas.com - 13/02/2014, 23:55 WIB
Robertus Belarminus

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perumahan DKI Jakarta tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI untuk menangani masalah genangan air di rumah susun sewa Komarudin, di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Rencananya, air akan dikuras dengan cara membuat saluran penghubung ke luar rusun.

"Kita sudah koordinasi dengan PU, mereka mau buat semacam saluran penghubung," kata Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Unit Pengelolah Rumah Susun Wilayah III, Dedi Irawan, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/2/2014) malam.

Dedi menyatakan, saluran penghubung itu rencananya akan dibuat dengan lintasan di sisi belakang perumahan Era Mas 2000. Air dari rusun akan masuk di saluran air yang sudah ada di perumahan tersebut, dan berakhir di Cakung Draine. Saluran air yang akan dibuat sepanjang 10 meter.

Adapun penyebab munculnya genangan tersebut, lanjutnya, karena kondisi muka tanah di rusun Komarudin lebih rendah dari Jalan Pahlawan Komarudin. Akhirnya, lingkungan rusun kerap digenangi air yang berasal dari pemukiman warga di atas jalan, ataupun dari rusun itu sendiri.

Selain itu, kolam resapan sebanyak lima buah yang dibangun di dalam rusun juga tidak dapat menampung air. Padahal, kolam tersebut dibuat sebagai tempat resapan air.

Genangan di rusun Komarudin sudah amat memperihatinkan. Hampir seluruh blok rusun seperti rawa, dikepung air. Menurut warga sekitar, apabila hujan turun lebat, air bisa menutupi jalan setinggi 10-15cm.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Perjuangkan Peningkatan Upah Buruh, Lia dan Teman-temannya Rela ke Jakarta dari Cimahi

Megapolitan
Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Cerita Suratno, Buruh yang Khawatir Uang Pensiunnya Berkurang karena UU Cipta Kerja

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Tak Melawan Saat Ditangkap Polisi di Palembang

Megapolitan
Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Said Iqbal Minta Prabowo Hapus UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Megapolitan
Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Megapolitan
Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Megapolitan
Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Megapolitan
Rayakan 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Rayakan "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Megapolitan
Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Megapolitan
Hadiri 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Hadiri "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Megapolitan
Pakai Caping Saat Aksi 'May Day', Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Pakai Caping Saat Aksi "May Day", Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com