Kompas.com - 28/06/2013, 09:50 WIB
Puluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500. KOMPAS/Agus SusantoPuluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - DPRD DKI Jakarta belum mengambil keputusan terkait dengan usulan kenaikan tarif angkutan umum. DPRD DKI masih membahas mengenai latar belakang usulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menaikkan tarif sebesar rata-rata 40,71 persen.

Hasil pembahasan di tingkat Komisi B (Bidang Ekonomi) DPRD akan diputuskan oleh pimpinan esok hari. "Pertemuan hari ini untuk mengetahui metode survei masing-masing pihak. Persoalan ini perlu dibahas sebagai bahan pertimbangan pimpinan untuk memutuskan usulan Gubernur DKI Jakarta," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin, Kamis (27/6), di Jakarta.

Menurut Selamat, DPRD perlu mengetahui latar belakang usulan yang disampaikan Gubernur DKI Joko Widodo. Usulan itu merupakan hasil perundingan dengan Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Dari hasil pertemuan itu, kata Selamat, terungkap bahwa pengusaha angkutan umum dalam posisi sulit. Di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi, mereka hanya ingin bertahan.

"Tujuan kenaikan tarif ini hanya untuk bertahan, bukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan," kata Selamat.

Sebelumnya, Organda mengusulkan kenaikan tarif rata-rata 95 persen. Sementara DTKJ mengusulkan kenaikan tarif rata-rata 23 persen untuk angkutan bus kecil, bus sedang, dan bus besar reguler.

Pembahasan di tingkat komisi itu diwarnai protes dari Ketua Organda DKI Soedirman. Menurut Soedirman, usulan Organda tidak dibicarakan terlebih dahulu. Usulan Organda DKI masuk ke Gubernur pada Selasa dan sehari setelah itu, Pemprov DKI membahas bersama DTKJ. Keputusannya, Gubernur mengusulkan kenaikan tarif rata-rata 40,71 persen.

Akan tetapi, untuk bus transjakarta tetap tarif lama. Alasan Jokowi, menjaga agar penumpang tidak beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Limputo berharap segera ada keputusan mengenai tarif. Sebab, masyarakat ingin segera mendapat kepastian tarif angkutan umum. Selama masa transisi, banyak sopir angkutan yang menaikkan tarif sebelum ada keputusan resmi.

"Proses ini sudah ditunggu publik. Kami ingin segera ada kepastian," katanya.

Tarif lama

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

    Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

    Megapolitan
    Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

    Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

    Megapolitan
    Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

    Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

    Megapolitan
    Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

    Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

    Megapolitan
    Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Megapolitan
    Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

    Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

    Megapolitan
    UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

    UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

    Megapolitan
    UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

    UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

    Megapolitan
    Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

    Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

    Megapolitan
    Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

    Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

    Megapolitan
    Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

    Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

    Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X