Kompas.com - 27/11/2013, 18:51 WIB
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Persahabatan antara ND, DV, HD, SD, dan RV yang dijalin selama masih remaja di Yogyakarta sudah menjerumuskan mereka dalam lingkaran penggunaan narkoba jenis ganja. Lama tak bertemu, seketika kembali berjumpa mengadu nasib di Ibu Kota, kawanan ini kemudian menjelma menjadi para pengedar narkoba.

Kepala Bidang Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto menuturkan, aksi mereka dimotori oleh RV, yang berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Bekasi. Barang haram itu diperoleh dari ND, buron kawanan tersebut yang lebih dulu menjadi bandar narkoba.

"Karena ketemu dengan ND (DPO), mereka ikut dalam peredaran sabu," kata Sumirat kepada wartawan di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/11/2013).

Pengedaran barang haram tersebut kemudian dibantu tiga rekan RV, yakni DV, HD, dan SD.

Para pelaku, kata Sumirat, tergiur dengan keuntungan dan rasa setia kawan yang telah berlangsung di kalangan pelaku sehingga mereka kompak untuk terjun di bisnis barang haram itu.

"Mereka mengaku tergiur. Hasilnya, uang digunakan untuk foya-foya, dan kebutuhan hidup mereka," ujar Sumirat.

Terbongkarnya jaringan ini, lanjutnya, setelah petugas BNN menangkap kaki tangan kawanan itu, berinisial SS dan IK, di Jalan Siliwangi, Bekasi. Barang bukti 23,64 gram sabu diperoleh dari tangan kedua orang tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil pemeriksaan mengarahkan BNN kepada kelompok kawanan tersebut. "Keduanya mengaku mendapat barang tersebut dari ND," ujar Sumirat.

SS dan IK mengaku hanya bertugas mengambil barang tersebut, dan belum mendapat perintah terhadap rencana pengiriman barang itu. Setelah pengembangan, DV dan HD dapat ditangkap dengan masing-masing memiliki 317,4 gram dan 1,84 gram sabu.

"Menurut DV, sabu itu akan dijual atas perintah ND," ujar Sumirat.

Akan tetapi, petugas belum dapat mengamankan ND. BNN kemudian menggeledah tempat kos DV. Saat itu, SD secara tiba-tiba datang sewaktu penggeledahan. Petugas kemudian mengamankan SD.

"Berdasarkan keterangan SD, dia nekat terlibat karena setia kawan dengan rekan sebayanya. Dia tidak menolak ketika diminta menyimpan sabu 565,7 gram oleh RV," ujar Sumirat.

Petugas kemudian mengamankan RV di belakang kantor Kelurahan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. Sementara itu, ND masih menjadi buron aparat BNN. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Megapolitan
Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Megapolitan
6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

Megapolitan
Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Megapolitan
Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Megapolitan
20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

Megapolitan
Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.