Kota Bogor Kaji Penggunaan Angkot Listrik

Kompas.com - 14/05/2014, 08:37 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya di depan Balaikota Bogor, Jawa Barat, 8 April 2014. Hari pertama bertugas sebagai wali kota, Bima Arya melakukan apel pagi di Plaza Balaikota, meninjau kantor pegawai dan sejumlah lokasi, antara lain Puskesmas Bogor Timur. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESWali Kota Bogor Bima Arya di depan Balaikota Bogor, Jawa Barat, 8 April 2014. Hari pertama bertugas sebagai wali kota, Bima Arya melakukan apel pagi di Plaza Balaikota, meninjau kantor pegawai dan sejumlah lokasi, antara lain Puskesmas Bogor Timur.
EditorKistyarini

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bogor sedang mengkaji untuk menggunakan angkutan umum menggunakan energi listrik sebagai pengganti angkutan kota (angkot) yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, mobil listrik dipilih menjadi salah satu alternatif karena dianggap ramah lingkungan, hemat, dan rendah tingkat kecelakaannya.

Hal itu dikatakan Bima Arya dalam audiensi dengan tim mobil listrik, Selasa (13/5/2014) di Balaikota Bogor. Turut hadir dalam audiensi adalah Kepala Dinas Lalu LIntas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Suharto dan East Jawa Representative PT Grain Syukur Hidayat.

"Kami ingin mensinkronkan moda transportasi yang ada di Kota Bogor. Kita perlu masukan-masukan yang reliable," katanya.

Biaya murah

Dia mengaku penggunaan angkutan umum berbahan bakar listrik atau BBG merupakan pilihan yang sedang dipertimbangkan.

"Kita sedang elaborasi sistem angkutan umum yang ramah lingkungan. Kami sangat tertarik. Ada beberapa pilihan," kata Bima.

Sementara itu Manager Pemasaran PT Grain, Haryanto Setiawan mengatakan mobil listrik menjadi salah satu alternatif yang menarik karena banyaknya keuntungan dibandingkan mobil konvensional.

Perusahaan tersebut tengah mengembangkan mobil dengan energi listrik. Mobil listrik dipilih karena keunggulannya, kata Haryanto, yakni low noise, low accident, low cost, dan low emission.

Dengan biaya Rp 10.000, mobil listrik dapat melaju sejauh 100 kilometer. Dngan perhitungan biaya listrik yang dikeluarkan untuk mengisi baterai maksimal 6 jam.

"Saat ini kami sedang berkonsentrasi di Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa dan Bali merupakan pulau dengan konsumsi BBM paling tinggi di Indonesia dengan jumlah penggunaan mobil pribadi paling tinggi," katanya. (wid)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Megapolitan
Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Megapolitan
Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Megapolitan
Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Megapolitan
Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Megapolitan
Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Megapolitan
Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Megapolitan
Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Megapolitan
Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Megapolitan
PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X