Dishub Cabut Kebijakan Sepeda Motor Masuk Tol JORR Gratis

Kompas.com - 08/08/2015, 09:31 WIB
Sepeda motor melintasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) tanpa transaksi atau gratis di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSepeda motor melintasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) tanpa transaksi atau gratis di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Belum sampai sepekan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta resmi mencabut kebijakan mobil dan motor masuk gratis Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) di depan Mal Cilandak Town Square (Citos). Kebijakan itu dicabut sejak Jumat (7/8/2015) kemarin.

Kebijakan itu dicabut kembali karena dianggap berbahaya, apalagi untuk sepeda motor yang melintas di tol. Padahal, rencananya, kendaraan yang sejatinya melintas di depan Citos boleh masuk Tol JORR secara gratis sampai Desember 2015. (Baca: Sepeda Motor Boleh Masuk Tol Depan Citos hingga Desember 2015)

"Itu sudah enggak boleh. Mulai kemarin (Jumat), sudah kita tutup lagi. Kebijakan itu tadinya kita tempuh untuk mencairkan kemacetan di Citos. Makanya sebelum jalan yang di Citos itu kita izin ke DLLAJ JORR paling jauh 600 meter (sepeda motor dan mobil) boleh masuk tol gratis lalu keluar lagi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah kepada Kompas.com, Sabtu (8/8/2015).

Setelah akses tol kembali tertutup untuk sepeda motor, Dishub DKI dan pihak terkait akan mengkaji alternatif yang lebih memungkinkan untuk mengurai kemacetan di sepanjang jalan arteri TB Simatupang yang mengarah ke Citos. (Baca: Motor dan Mobil Masuk Tol JORR Gratis, TB Simatupang Tetap Padat)


Terlebih lagi, proyek pelebaran jalan arteri TB Simatupang juga masih belum rampung dikerjakan.

"Untuk itu, kita akan rundingkan lagi rekayasa lalu lintasnya. Kita bahas hari Senin (10/8/2015) solusi seperti apa yang bisa digunakan untuk mengurai kemacetan di sana. Nanti saya menunggu dulu laporan Kasudin Jaksel yang berkoordinasi dengan Lantas Jaksel," kata Andri.

Seperti diberitakan, mulai Senin (3/8/2015) kemarin, khusus untuk pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB, semua kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, diizinkan masuk gratis Tol JORR Fatmawati arah Antasari guna mengurai kemacetan yang sering terjadi akibat membeludaknya kendaraan yang melintas di depan Citos. (Baca: Kurangi Kemacetan di Depan Citos, Mobil dan Motor Bisa Masuk Tol Gratis)


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X