Masyarakat Berburu Pernak-pernik Natal di Pasar Asemka

Kompas.com - 24/12/2015, 15:09 WIB
Berbagai hiasan natal yang dijajakan di salah satu toko yang terletak di Pasar Asemka, Jakarta Barat pada Kamis (24/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comBerbagai hiasan natal yang dijajakan di salah satu toko yang terletak di Pasar Asemka, Jakarta Barat pada Kamis (24/12/2015)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang perayaan Natal, Kamis (24/12/2015), kawasan Pasar Asemka ramai dipadati oleh para pembeli.

"Kesini mau beli pohon natal, lampu, dan hiasan buat pohonnya," ujar warga Bekasi, Jakarta Timur, Sitohang (40) kepada Kompas.com, Kamis (24/12/2015).

Ini adalah kesempatan pertama Sitohang membeli pernak-pernik untuk Natal di Pasar Asemka. Menurutnya, harga yang ditawarkan oleh pedagang lebih murah dibanding penjual di tempat lainnya.

"Harganya murah, pohon natal yang ukuran empat kaki di Pasar Asemka hanya Rp 600.000. Kalau di Bekasi bisa dibanderol sampai Rp 1 juta," ucapnya.


Selain soal harga, beragamnya aksesoris juga menjadi alasan Sitohang untuk berbelanja di pasar yang terletak dibilangan Jakarta Barat itu.

Selain Sitohang, ada pula warga Duren Sawit, Tyas (45) yang juga berburu hiasan untuk perayaan Natal di Pasar Asemka.

Ia bercerita, untuk sebuah pohon natal ukuran tiga kaki dibelinya seharga Rp 200.000. Menurutnya, harga tersebut terhitung murah dibanding tempat lain.

"Harganya murah. Selain pohon, pernak-perniknya juga dijual paketan dan ini sama murahnya," ujar Tyas.

Selain murah, pohon serta aksesoris yang dijajakan di Pasar Asemka ini awet, sehinggga dapat digunakan bertahun-tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Megapolitan
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X