Pengemudi Mobil yang Terlibat Kecelakaan di Tebet Jadi Tersangka

Kompas.com - 04/10/2016, 12:20 WIB
Kecelakaan di Jalan Tebet Timur Raya, dekat Warteg Warmo, pada Sabtu (1/10/2016). Humas Polres Metro Jakarta SelatanKecelakaan di Jalan Tebet Timur Raya, dekat Warteg Warmo, pada Sabtu (1/10/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menetapkan Dzaki Hafizh Permana (19) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi di Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016) lalu.

Dalam peristiwa itu, seorang perempuan bernama Rusi Habi Batul Marda (23) yang merupakan penumpang ojek online meninggal dunia.

(Baca: Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Ojek "Online" di Tebet.)

"Kami sudah tetapkan dia sebagai tersangka karena terbukti lalai sehingga kecelakaan tersebut bisa terjadi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Awi menjelaskan, Dzaki saat itu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga ia tidak bisa mengontrol kendaraannya dan menabrak kendaraan lain yang saat itu tengah berhenti di lampu merah.

"Hasil penyelidikan, tabrakan itu karena mobil yang dikendarai Dzaki remnya blong," kata dia.

Dzaki dituduh melanggar Pasal 310 ayat 4 UU nomor 22 Tahun 2009 tentang kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Tebet Timur, Sabtu lalu sekitar pukul 17.49 WIB. Saat itu Rusi yang dibonceng pengendara ojek online bernama Jani berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah. Tiba-tiba sebuah mobil Peugeot menabrak mereka dari belakang.

Akibat kejadian itu Rusi meninggal dunia. Jani mengalami patah kaki kiri serta mata kirinya pecah.

Selain sepeda motor Yamaha milik Jani, dua sepeda motor lainnya, serta sebuah mobil Kijang Innova, juga ikut ditabrak dalam kecelakaan itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X