Formalin Dicampur di Adonan Tahu

Kompas.com - 24/03/2017, 22:00 WIB
Tahu berformalin dari Pabrik NJM di Bekasi, Jawa Barat. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMTahu berformalin dari Pabrik NJM di Bekasi, Jawa Barat.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Satu rumah yang dijadikan tempat produksi tahu berformalin digerebek, Kamis (23/3). Meski di depan rumah dituliskan perusahaan tahu nonformalin, tahu yang diproduksi positif mengandung formalin.

Penggerebekan di rumah yang terletak di perumahan Kopti, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, itu dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta , Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, serta Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta.

Pemilik usaha ini adalah seorang pria berinisial W (38). Saat penggerebekan, sekitar delapan karyawan ada di lokasi, sedangkan karyawan lain tengah memasarkan tahu.

"Menurut mereka, jika (formalin) tidak dicampur sejak di adonan, hasil tahu tidak akan baik," ujar Kepala BBPOM DKI Jakarta Dewi Prawitasari saat dihubungi.

Berawal dari pasar

Dewi mengatakan, industri rumahan tersebut sudah mendapat pembinaan Pemerintah Provinsi DKI, Pemerintah Kota Jakarta Timur, dan BBPOM DKI pada 2016. Saat itu belum ditemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya.

Beberapa waktu kemudian, tim BBPOM DKI menelusuri produsen tahu berformalin yang terdistribusi di pasar. Petunjuk mengarah, salah satunya, ke alamat industri rumah milik W. Tim membeli tahu dalam suatu penyamaran kemudian mengujinya sehingga mendapati tahu-tahu itu positif berformalin.

Dewi menuturkan, anggota staf BBPOM memeriksa kandungan adonan tahu di tempat produksi tahu milik W saat penggerebekan. "Kami menanyakan, ini positif formalin, formalinnya dapat dari mana. Mereka menjawab mereka tidak memakai formalin," ujarnya.

Tim memeriksa kandungan cairan dari beberapa jeriken ukuran lima liter. Label jeriken menyatakan simbol bahan kimia tertentu, tetapi bukan formalin. Lewat pengujian, cairan di sebagian jeriken positif mengandung formalin, sebagian lainnya tidak. Pemilik mengakui, seseorang menawarkan cairan pengawet makanan dan mengantarkan cairan itu saat dibeli. Sumber cairan tidak diketahui.

Dari pemeriksaan sementara, W menjual tahu untuk pasar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Industri rumah tangga ini baru beroperasi sekitar setahun.

Pihak BBPOM menemukan barang bukti 600 tahu cina besar, 825 tahu cina kecil, 3.700 tahu jambi, serta 38 tong adonan tahu yang masing-masing berukuran 100 liter. Pemilik dan karyawan tidak ditahan. (JOG)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Maret 2017, di halaman 28 dengan judul " Formalin Dicampur di Adonan Tahu".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X