Dirazia di Depan Stadion Patriot, Pria Ini Bawa Obat PCC dan "Airsoft Gun" - Kompas.com

Dirazia di Depan Stadion Patriot, Pria Ini Bawa Obat PCC dan "Airsoft Gun"

Kompas.com - 22/09/2017, 18:36 WIB
Polisi Amankan Pengguna Obat PCC saat Razia di Kota Bekasi, Jumat (22/9/2017). KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Polisi Amankan Pengguna Obat PCC saat Razia di Kota Bekasi, Jumat (22/9/2017).


BEKASI, KOMPAS.com -
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko mengatakan pihaknya menangkap seorang pengguna obat mengandung paracetamol caffein carisoprodol (PCC) saat melakukan operasi cipta kondisi, Senin (18/9/2017).

"Saat operasi cipta kondisi kami amankan satu orang yang terbukti membawa obat PCC di Jalan Ahmad Yani di depan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi," ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko, di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (22/9/2017).

Dia menjelaskan, ketika operasi digelar di Jalan Ahmad Yani, seorang pengendara mobil berinisial MC dihentikan dan diperiksa. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan 10 butir obat Somadril Compositum yang disebut mengandung PCC.

"Selain itu juga ditemukan, satu airsoft gun jenis pistol, enam tablet asli peluru SS1, dua tablet asli peluru revolver, delapan tablet peluru gotri airsoft gun," kata Wijonarko.

(baca: Polisi Sita 13.144 Butir Obat Keras di Bekasi)

Selain itu, MC membawa tujuh tablet obat Prohiper, tujuh tablet obat Merlopam, dan satu tablet obat Atarax. Wijonarko mengatakan, hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap MC.

Kepada polisi, MC mengaku obat-obatan yang dibawanya diperoleh dari temannya untuk dikonsumsi sendiri. Teman MC saat ini sedang dicari polisi.

"Informasi sesuai pengakuan korban, dia mendapatkan obat PCC itu dari temannya yang membeli di (situs) online," kata dia.

Dalam kasus ini, MC akan dijerat dengan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan hukuman paling lama lima tahun penjara, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan dan Penggunaan Senjata Api Tanpa Hak.

Kompas TV Kasus penyalahgunaan obat terlarang di Kendari Sulawesi Tenggara memakan korban 2 orang tewas dan lebih dari 50 orang harus dirawat di rumah sakit.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono

Komentar

Terkini Lainnya

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi
Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Regional

Close Ads X