Mobil yang Tunggak Pajak Dirazia di Kalibata

Kompas.com - 03/10/2017, 11:33 WIB
Mobil mewah dirazia di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARMobil mewah dirazia di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Samsat Jakarta Selatan dan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan melakukan razia di Jalan TMP Kalibata, Selasa (3/10/2017), terhadap mobil-mobil yang menunggak pajak. Sejak pukul 10.00, belasan anggota polantas memberhentikan mobil yang platnya menunjukkan bulan di bawah 10 atau sebelum Oktober.

Surat tanda nomor kendaraan (STNK) mereka diperiksa. Jika sudah tidak berlaku, mereka akan diminta membayar pajak di Samsat Keliling yang berada di parkiran TMP Kalibata.

Kepala Seksi Samsat Jakarta Selatan Khairil Anwar mengatakan, dalam razia kali ini pihaknya mengincar kendaraan yang nilai pajaknya tinggi yakni kendaraan roda empat terutama yang harganya di atas Rp 300 juta.

"Kami cari yang nilai pajaknya cukup besar, supaya nendang," kata Khairil ditemui di lokasi, Selasa pagi.

Baca juga: Simak Rencana Razia Pajak Kendaraan Tahap Dua

Sejumlah mobil terjaring dalam razia ini seperti Mercedes-Benz yang STNK-nya mati, Toyota Kijang Innova dan Alphard lantaran belum bayar pajak. Jika tak membawa STNK, SIM, atau tak membawa uang, pengemudi akan akan dikenakan tilang.

"Kami akan razia terus sampai akhir tahun, ditambah juga nanti akan ada penagihan door-to-door," kata Khairil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: 50 Persen Kapasitas RS Bisa Digunakan untuk Pasien Covid-19

Wagub DKI: 50 Persen Kapasitas RS Bisa Digunakan untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Megapolitan
Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Megapolitan
Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Megapolitan
Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Megapolitan
Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Megapolitan
Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Megapolitan
Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Megapolitan
Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

Megapolitan
Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Megapolitan
Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Megapolitan
Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X