Diundang Djarot, Anies-Sandi Tak Hadiri Komitmen Pencegahan Korupsi dengan KPK

Kompas.com - 04/10/2017, 13:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, para pimpinan DPRD DKI Jakarta, dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membuat kesepakatan pencegahan korupsi di Balai Kota, Rabu (4/10/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, para pimpinan DPRD DKI Jakarta, dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membuat kesepakatan pencegahan korupsi di Balai Kota, Rabu (4/10/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku mengundang gubernur dan wakil gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno hari ini.

Keduanya diundang untuk menghadiri penandatanganan komitmen pencegahan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Sebetulnya Pak Anies dan Pak Sandi kita undang, tapi mungkin beliau berhalangan jadi tidak hadir," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (4/10/2017).

Djarot mengatakan, rencana pembuatan komitmen ini sudah direncanakan beberapa bulan lalu.

Baca: Djarot Tanda Tangan Komitmen Pencegahan Korupsi, Taufik Sebut "Telat!"

Sehingga, tim dari KPK bisa membantu Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan pengelolaan anggaran yang baik.

Tim dari KPK sendiri sudah masuk ke Pemprov DKI Jakarta selama tiga bulan terakhir.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memuji sistem elektronik seperti e-planing, e-musrenbang, dan e-budgeting yang digunakan Pemprov DKI dalam hal penganggaran.

Basaria ingin sistem ini diterapkan di daerah lain sehingga Pemprov DKI Jakarta menjadi role model dalam sistem penganggaran di Indonesia.

Basaria menambahkan, tim KPK siap membantu untuk menyempurnakan sistem itu.

"Nanti dengan beberapa perbaikan, best practice yang ada di sini akan kita ambil dan dibuat jadi contoh. Saya yakin Pak Gubernur akan memberikan gratis ya Pak. Akan kita ambil dan diberikan ke daerah lain," kata Basaria.

Baca: Puji E-Budgeting, KPK Rayu Djarot Beri Sistem Gratis ke Daerah Lain

Kerjasama antara Pemprov DKI dan KPK ini sekaligus untuk memastikan bahwa semua sistem baik yang berjalan akan dilanjutkan. Khususnya pada pemerintahan baru di bawah Anies-Sandi nanti.

"Kebetulan kita lihat ini di DKI sudah cukup bagus, tapi ada peralihan kekuasaan di sini. Kami rasa perlu pendampingan supaya hal yang bagus ini bisa terus berjalan," kata Basaria.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Megapolitan
2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

Megapolitan
Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Megapolitan
Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Megapolitan
Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Megapolitan
[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

Megapolitan
Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Megapolitan
Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Megapolitan
Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Megapolitan
Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Megapolitan
Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Megapolitan
Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Megapolitan
Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Megapolitan
Lion Air Hentikan Operasional Mulai 5 Juni sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Lion Air Hentikan Operasional Mulai 5 Juni sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Megapolitan
Walkot: Meski New Normal Diterapkan, PSBB di Kota Bekasi Tetap Berjalan

Walkot: Meski New Normal Diterapkan, PSBB di Kota Bekasi Tetap Berjalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X