Grab Sesali Perilaku Pengemudi yang Masuk Jalur Bus Transjakarta

Kompas.com - 05/10/2017, 10:07 WIB
Potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan pengendara motor bahu-membahu melewati separator busway di Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput, Setiabudi. TMC Polda Metro JayaPotongan video yang beredar di media sosial menunjukkan pengendara motor bahu-membahu melewati separator busway di Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput, Setiabudi.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video pendek baru-baru ini ramai di media sosial yang menampilkan puluhan pengendara sepeda motor mengangkat kendaraannya keluar dari jalur bus transjakarta.

Dari puluhan pengendara tersebut, tak sedikit yang merupakan driver atau pengemudi ojek online, termasuk Grabbike. Mereka bersama pengendara sepeda motor lainnya bahu-membahu mengangkat kendaraannya melewati separato untuk keluar dari jalur bus transjakarta lantaran takut ditilang polisi.

Manajemen Grab Indonesia menyayangkan perilaku para mitranya yang melanggar aturan lalu lintas itu.

"Segenap manajemen Grab menyesali terjadinya insiden yang dilaporkan pada 4 Oktober di Jakarta, di mana mitra pengemudi Grabbike diduga telah melakukan tindakan yang melanggar peraturan lalu lintas," kata Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/10/2017).

Baca juga: Beredar Video Gotong Royong Angkat Motor dari Separator, Ini Kata PT Transjakarta

Menurut Azwar, pihaknya akan mengambil tindakan tegas kepada para mitra yang terbukti abai terhadap keselamatan dan keamanan, termasuk melanggar peraturan lalu lintas.

"Kami tidak segan untuk menindak tegas mitra pengemudi, termasuk melakukan pemutusan kemitraan jika mitra pengemudi kami melakukan tindakan yang membahayakan penumpang dan masyarakat secara umum," kata dia.

 Azwar juga meminta maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di wilayah Pasar Rumput, Jakarta Selatan itu, tepatnya di Koridor 4 Transjakarta rute Pulo Gadung-Dukuh Atas tersebut.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X