Foto-foto Kelurahan Jembatan Besi yang Disebut DPRD DKI Kondisinya Menyedihkan

Kompas.com - 10/11/2017, 14:02 WIB
Dapur umum atau pantry di kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, Jumat (10/11/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaDapur umum atau pantry di kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, Jumat (10/11/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Masuk ke lantai satu bangunan, langsung terlihat loket sederhana pelayanan PTSP di bagian kiri setelah pintu utama. Di sisi samping loket tersebut tampak kardus-kardus berisi arsip tertumpuk.

Menurut Erik, tak tersedianya rak arsip membuatnya terpaksa meletakkan arsip-arsip di lokasi tersebut.

"Kalau ditaruh di kardus begini ya susah nyarinya. Tapi mau gimana lagi. Arsip juga pasti bakal cepet rusak," ucap dia.

Bangku tunggu PTSP tersebut berada di seberang loket. Hanya ada satu baris kursi yang diletakkan berdekatan dengan akses keluar masuk gedung tersebut.

Di dekat ruang PTST terdapat ruang PKK yang aktif digunakan. Namun ruangan tersebut sangat pengap tanpa pendingin ruangan.

Plafon kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora yang berlubang di berbagai sisi, Jumat (10/11/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Plafon kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora yang berlubang di berbagai sisi, Jumat (10/11/2017).
Berjalan ke belakang, kondisinya tetap sama. Di lokasi tersebut terdapat dapur umum atau yang kerap disebut pantry. Namun bukanlah pantry yang mewah, di tempat tersebut pantry berupa dapur kumuh yang jauh dari kata rapi dan bersih.

Sejumlah plafon pun terlihat berlubang. "Di sini kalau hujan itu air ngalir aja terus, bocor," sebut Erik.

Di lantai dua, terdapat ruang kerja Lurah, aula, ruang kerja Sekretaris Kelurahan dan ruangan staf. Di antara ruangan-ruangan tersebut hanya ruang Lurah saja yang tampak bagus.

"Ruang lurah sengaja dibuat rapi, takutnya ada tamu kan. Tapi ya serapi-rapinya ya cuma begini," ujar Erik.

Ruang staf pun sangat memprihatinkan. Udaranya sangat pengap karena minimnya jendela dan lubang angin. Sirkulasi udara hanya mengandalkan kipas angin dan sebuah AC yang tak lagi terasa udara dinginnya.

Ruang staf kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, Jumat (10/11/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Ruang staf kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, Jumat (10/11/2017).
Aula yang tersedia di gedung itu pun tak kalah pengap. Dengan luas ruangan sekitar 8 x 4 meter hanya ada satu AC di sana. Lantainya pun sudah sangat buruk. Padahal, ruangan tersebut masih aktif difungsikan sebagai tempat berkumpulnya warga.

"Kita aja sedikit ngerasa panas, gimana kalau puluhan warga di sini. Pasti lebih terasa panas," lanjut Erik.

Ia berharap, rencana renovasi Kantor Kelurahan Jembatan Besi lekas terealisasi.

Tak ada ruang kosong di kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, semua sudut bangunan dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang termasuk arsip-arsip penting, Jumat (10/11/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Tak ada ruang kosong di kantor Kelurahan Jembatan Besi yang terletak di Kecamatan Tambora, semua sudut bangunan dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang termasuk arsip-arsip penting, Jumat (10/11/2017).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X