Tanggapan Pengemudi Ojek Daring Setelah Pelarangan Motor Dicabut

Kompas.com - 11/01/2018, 14:14 WIB
Puluhan ojek online memblok Jalan Casablanca, Selasa (25/7/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comPuluhan ojek online memblok Jalan Casablanca, Selasa (25/7/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Putusan Mahkamah Agung mencabut larangan sepeda motor di MH Thamrin hingga Merdeka Barat disambut bahagia beberapa pengendara ojek daring. Mereka senang karena tidak harus mencari jalur alternatif ketika mengantar pelanggan ke kawasan tersebut.

"Senang dan lega, selama ini kami kalau antar orang atau paket ke sana (MH Thamrin-Medan Merdeka Barat) harus muter-muter cari jalan tikus. Kalau (pelarangan) sudah dicabut, kami bisa lebih fleksibel," ujar seorang pengemudi ojek daring Jery di kawasan Menteng, kepada Kompas.com, Kamis (11/1/2018).

Putusan MA tersebut, lanjutnya, tidak hanya menguntungkan ojek daring, tetapi pengendara motor lainnya. Apalagi kawasan tersebut merupakan akses yang banyak dilalui pekerja kantoran.

Seorang pengendara Grab Bike Sanusi mengatakan, sudah sewajarnya aturan tersebut dicabut karena terkesan diskriminasi.

Baca juga: Motor Boleh Melintas di Thamrin, Ini Kata Grab

Motor terjebak kemacetan saat jam pulang kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Motor terjebak kemacetan saat jam pulang kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.
"Pengguna motor juga bayar pajak, artinya kewajiban sama, tetapi kenapa motor saja yang dilarang (melintas), mobil tidak. Kami harap sudah tidak ada diskriminasi lagi untuk motor, sama-sama cari nafkah, Mas," kata Sanusi.

Seorang pengendara Uber Motor Alif mengatakan, motor bukan penyebab kemacetan Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat. Sebab, ukuran motor tidak sampai setengah ukuran mobil. Menurutnya, mobil yang menyebabkan macet di Jakarta.

"Motor ini dimensinya tidak sampai setengahnya mobil, kenapa dibilang bikin macet. Yang banyak ambil ruas jalan, kan, mobil. Kalau dilarang di sana, lalu motor-motor lain lewat jalan alternatif sama saja hanya memindahkan lokasi kemacetan ke tempat lain," katanya.

Baca juga: Naik Motor Menyusuri Jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat Tanpa Ditilang

Motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.
Seorang pengendara Go-Jek Andri mengatakan, pencabutan larangan itu tak terlalu mempengaruhi aktivitasnya. Pria berusia 37 tahun yang juga menyambi sebagai kurir itu mengatakan, pekerja kantoran yang lebih diuntungkan atas aturan tersebut.

Jika dilihat dari jasa kurir, Andri lebih sering mengantarkan paket atau barang melalui pintu belakang. 

"Kalau antar barang atau jemput penumpang juga biasanya lewat belakang, seperti saat ke gedung Kementerian Perhubungan, itu kan masuknya dari Jalan Abdul Muis tidak melintas di Medan Merdeka Barat. Lalu kalau ke Sinarmas, itu juga masuk lewat Sarinah terus ke Jalan Agus Salim," kata Andri.

Baca juga: Polisi Harap DKI Segera Berlakukan Ganjil Genap untuk Motor

Menindaklanjuti putusan MA, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencopot rambu-rambu larangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat. Para pengendara motor bisa melintasi kawasan tersebut tanpa takut ditindak polisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Begal Pesepeda Ditangkap, Sudah Beraksi 25 Kali di Jakbar

5 Begal Pesepeda Ditangkap, Sudah Beraksi 25 Kali di Jakbar

Megapolitan
Hendak Edarkan 100.000 Dollar AS Palsu, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

Hendak Edarkan 100.000 Dollar AS Palsu, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Megapolitan
Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Megapolitan
Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Megapolitan
Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X