Warga Jakarta Paling Banyak Mengadukan Masalah Kartu Lansia Jakarta

Kompas.com - 26/01/2018, 10:20 WIB
Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan membagikan secara simbolis Kartu Lansia Jakarta kepada sejumlah lansia di Halaman Monumen Nasional (Monas), Kamis (21/12/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaGubernur DKi Jakarta Anies Baswedan membagikan secara simbolis Kartu Lansia Jakarta kepada sejumlah lansia di Halaman Monumen Nasional (Monas), Kamis (21/12/2017)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Petugas pos pengaduan warga dari Dinas Sosial DKI, Danu Rachmad, mengatakan, selama seminggu melayani pengaduan warga, pengaduan yang paling banyak dilaporkan warga adalah terkait program Kartu Lansia Jakarta (KLJ).

"Banyak warga yang minta informasi kenapa namanya tidak masuk dalam BDT (basis data terpadu) sebagai syarat mendaftar di program KLJ," ujar Danu saat ditemui Kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Ia menjelaskan, program KLJ tersebut masih menggunakan basis data tahun 2015 sehingga warga diarahkan ke kelurahan masing-masing untuk memperbarui data.

"Di kelurahan, warga akan melalui proses MPM (mekanisme pemutakhiran mandiri). Ini tujuannya untuk upgrade data," kata dia.

Baca juga: Pagi-pagi, Kakek-Nenek ke Monas Ingin Dapat Kartu Lansia Jakarta

Setelah nama warga masuk dalam BDT, lanjutnya, warga dapat melakukan verifikasi data di satuan pelayanan (satpel) sosial di kecamatan atau di kantor Suku Dinas Sosial setempat.

"Setelah itu akan dibuatkan surat rekomendasi dari BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah). Warga tinggal menuju Bank DKI untuk membuat rekening, maka KJL akan didistribusikan," ujarnya.

Baca juga: Lansia hingga Marbut Bisa Naik Transjakarta Gratis, Begini Caranya...

Ia menambahkan, ada sejumlah kriteria lansia yang berhak mengikuti program ini, antara lain berusia 60 tahun ke atas, tidak memiliki penghasilan tetap yang menyebabkannya tak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, dan terdaftar dalam BDT.

"Jadi, kalau pensiunan tidak bisa ikut program ini," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan program KLJ bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di Monas, Kamis (21/12/2017).

Baca juga: Anies Luncurkan KLJ, Lansia Akan Dapat Rp 600.000 Per Bulan

Di tahap awal, Anies mengeluarkan 14.520 KLJ untuk para lansia yang tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta. Dari program itu lansia akan mendapatkan Rp 600.000 per bulan.

"Ini salah satu program prioritas di bulan ini. Lansia akan mendapatkan Rp 600.000 per bulan," ujar Anies.

Namun, peluncuran KLJ hanya simbolis. Pendistribusian KLJ akan mulai dilakukan pada Januari 2018. Pendistribusian KLJ akan bekerja sama dengan Bank DKI. Lansia yang mendapatkan KLJ berasal dari warga tidak mampu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Megapolitan
Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Megapolitan
Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Megapolitan
UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Megapolitan
Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Megapolitan
Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Megapolitan
Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Megapolitan
Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Megapolitan
Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Megapolitan
Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X