Jalan Jatibaru Tetap Ditutup Usai Pertemuan Sandiaga dan Sopir Angkot

Kompas.com - 31/01/2018, 16:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Senin (29/1/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Senin (29/1/2018).
Penulis Jessi Carina
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah bertemu dengan sopir angkot Tanah Abang siang ini di Balai Kota. Setelah pertemuan, ada kesepakatan sementara yang disetujui keduanya.

"Untuk sementara tanah abang expoler di-stop, mereka sudah menyatakan kalau Tanah Abang Expoler di-stop, mereka pendapatannya naik," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (31/1/2018).

Bus transjakarta Tanah Abang Explorer sudah berhenti beroperasi selama dua hari terakhir. Sandiaga mengatakan, selama ini masyarakat sudah menikmati manfaat Tanah Abang Explorer. Jumlah penumpangnya bahkan sudah tembus 19.000 per hari.

Baca juga : Jumat, Sandiaga Undang Sopir Angkot Tanah Abang Makan Enak di Balai Kota

Sopir angkot Tanah Abang melakukan aksi protes atas penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Sopir angkot Tanah Abang melakukan aksi protes atas penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Saat demo, sopir angkot Tanah Abang menuntut Jalan Jatibaru dibuka. Setelah bertemu dengan Sandi, keputusan soal jalan tersebut tidak berubah. Jalan Jatibaru masih ditutup sejak pagi hingga sore untuk pedagang kaki lima.

"Jalannya enggak dibuka. Tadi sepakat juga jalannya tidak dibuka sampai nanti kebijakan yang akan kita tentukan sama-sama," ujar Sandiaga.

Dalam pertemuan tadi, Sandi sudah dapat menyimpulkan beberapa permasalahan yang diadukan sopir angkot. Para sopir mengeluhkan tidak adanya keadilan untuk sopir angkot.

Baca juga : Anies Tak Temui Sopir Angkot Tanah Abang, Ini Alasannya...

 

Pihak yang diuntungkan dalam penataan ini adalah PKL, tetapi sopir angkot malah dirugikan. Selain itu, mereka mengeluhkan pendapatan yang turun 50 persen.

Sandi dan tim Pemprov DKI Jakarta akan membahas masalah ini dalam rapat internal. Jumat nanti, Sandi akan menawarkan solusi alternatif untuk menggantikan 50 persen pendapatan yang hilang itu.

Kompas TV Mogoknya ratusan sopir angkot jurusan Tanah Abang menuju Kota membuat sejumlah penumpang angkot telantar.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Megapolitan
Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Megapolitan
Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Megapolitan
KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

Megapolitan
Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Megapolitan
Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X