Miras Oplosan yang Tewaskan Puluhan Orang di Jakarta hingga Bekasi...

Kompas.com - 11/04/2018, 08:07 WIB
Polres Metro Jakarta Pusat memusnahkan 2.109 botol minuman keras (miras)  yang didapatkan dari hasil razia  operasi cipta kondisi peredaran miras oplosan dan tak berizin periode Januari hingga awal April 2018,  Senin (9/4/2018). DOK.PRIBADI/ HUMAS POLRES JAKARTA PUSATPolres Metro Jakarta Pusat memusnahkan 2.109 botol minuman keras (miras) yang didapatkan dari hasil razia operasi cipta kondisi peredaran miras oplosan dan tak berizin periode Januari hingga awal April 2018, Senin (9/4/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Minuman keras (miras) oplosan tengah menjadi sorotan. Alasannya tak lain karena ada puluhan orang yang tewas usai mengonsumsi minuman tersebut.

Di Jakarta dan Bekasi, tercatat 31 orang meninggal usai menenggak miras oplosan itu. Rinciannya, 8 orang di Jakarta Selatan, 10 orang di Jakarta Timur, 7 orang di Bekasi, dan 6 orang di Depok.

Korban meninggal di Jakarta Selatan antara lain W, AL, FS, YH, Su, M, S, dan F. Sementara itu, korban meninggal di Jakarta Timur berinisial HD, R, DK, RP, AR, YA, AH, Y, FF, dan E.

Ada pula 7 orang yang meninggal di Bekasi yakni MR, A, AB, AA, BA, A, dan S. Terakhir, korban meninggal di Depok adalah MM, A, An, I, DK, dan AGS.

Selain itu, ada 82 orang yang masih dirawat akibat miras oplosan itu.

Polisi telah menangkap dan menetapkan RS sebagai tersangka karena menjual miras oplosan itu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki izin edar. Selain korban di Jakarta Selatan, korban meninggal di Depok juga disebut membeli miras oplosan dari RS.

Selain di Jakarta dan Bekasi, korban meninggal usai mengonsumsi miras oplosan juga ditemukan di Bandung dan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Ada 45 orang yang sudah teridentifikasi meninggal dunia. Rinciannya, di Cicalengka 35 orang, wilayah hukum Polrestabes Bandung 4 orang, dan di Kabupaten Sukabumi, khususnya Pelabuhan Ratu 6 orang.

Korban-korban yang tewas akibat miras oplosan itu tidak terkonsentrasi di satu titik saja. Para penjual miras oplosan maut di tiga titik di Jawa Barat sudah ditangkap.

Selain itu, 4 tersangka penjual miras oplosan di Pelabuhan Rabu juga sudah ditangkap.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X