Polisi Tangkap Pelaku Persekusi Bocah yang Ditelanjangi di Bekasi

Kompas.com - 13/04/2018, 12:26 WIB
Kapolres Bekasi Kota Kombes Indarto. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKapolres Bekasi Kota Kombes Indarto.

BEKASI, KOMPAS.com - Jajaran Polres Metro Bekasi Kota menangkap pelaku persekusi terhadap bocah di Bekasi Utara. Ini setelah petugas kepolisian mendapatkan laporan yang diterima Kamis (12/4/2018).

"Sudah diamankan tersangka inisial MN (40). Korban AJ (13), waktu itu diduga mengambil jaket di jemuran rumah tersangka, kepergok lalu diarak dan ditelanjangi," ucap Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto saat press rilis di Mapolrestro Bekasi Kota, Jumat (13/4/2018).

Indarto menceritakan, kejadian bermula pada Minggu, (8/4/2018) sekitar pukul 01.30 WIB di kampung Rawa Bambu Besar tepatnya di depan mas Al Abror. Korban bersama rekannya H, dan R sedang bermain di sekitar TKP.

Baca juga : Ditelanjangi dan Diarak, Korban Persekusi di Bekasi Alami Trauma

Tanpa sepengetahuan AJ, H ternyata mengambil jaket yang berada di jemuran sebuah rumah warga. Aksinya tersebut diketahui warga dan kemudian mereka dikejar.

Tertangkaplah AJ dan H oleh warga, sedangkan R berhasil kabur. Warga yang sudah terlanjur emosi menelanjangi korban. Warga mengaku untuk mencari senjata tajam yang disimpan bocah tersebut.

"Alasannya warga di situ karena sebelumnya dilingkungan mereka kehilangan spion mobil dan juga sering tawuran. Mereka melampiaskan dikiranya korban ini pelaku sebelumnya," ucap Indarto.

Tidak hanya menelanjangi, pelaku dan warga juga membawa korban ke rumahnya yang terletak sekitar 600 meter dari lokasi dengan mengendarai motor, tujuannya agar orangtuanya tahu. Saat dibawa korban dipiting, dijambak dan dipukul.

Baca juga : KPAD Bantu Pemulihan Anak Korban Persekusi yang Ditelanjangi di Bekasi

Setelah membawa ke rumah orang tua AJ, pelaku dan warga kembali ke TKP dan bersama dengan H membawa keduanya ke rumah ketua RW setempat. Di situ keduanya kemudian dimediasi dan akhirnya dikembalikan ke orangtuanya.

"Saat ini polisi menahan satu tersangka. Namun kami masih mengejar dua pelaku lainnya," ucap Indarto.

Akibat perbuatannya pelaku di kenakan pasal 170 KUH Pidana mengenai melakukan kekerasan bersama-sama di muka umum. Ancaman penjara maksimal 5 tahun dan 10 tahun jika menyebabkan kematian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X