Dishub Minta Ojek "Online" di Mangga Dua Tidak Parkir di Badan Jalan - Kompas.com

Dishub Minta Ojek "Online" di Mangga Dua Tidak Parkir di Badan Jalan

Kompas.com - 16/04/2018, 17:54 WIB
Sejumlah sepeda motor milik pengemudi ojek online diparkir di tepian jaur Transjakarta di Mangga Dua, Jakarta Utara, Minggu (15/4/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Sejumlah sepeda motor milik pengemudi ojek online diparkir di tepian jaur Transjakarta di Mangga Dua, Jakarta Utara, Minggu (15/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Bernard Hutajulu mengimbau, para pengemudi ojek online untuk memarkirkan kendaraannya di tempat yang seharusnya, meskipun harus membayar ongkos parkir.

Hal ini terkait tepian separator jalur Transkarta di Jalan Mangga Dua Raya, tepat di depan mal dan ITC Mangga Dua, yang dijadikan tempat mangkal sejumlah pengemudi ojek online.

Bernard mengatakan, jika badan jalan digunakan sebagai tempat parkir, bisa berdampak pada lalu lintas.

"Masyarakat jangan mau enaknya door-to-door service gitu, loh. Kalau semua berpikir seperti itu, tutup jalan ini nanti, semua orang parkir di badan jalan," kata Bernard, saat dihubungi, Senin (16/4/2018).

Baca juga : Potret Ojek Online Parkir Berjajar di Samping Jalur Bus Transjakarta Mangga Dua

Ia menuturkan, tidak sedikit pengemudi ojek online yang mangkal atau memarkirkan kendaraannya di badan jalan, karena tidak mau memanfaatkan tempat parkir yang telah disediakan.

Padahal, parkir di tempat parkir, juga menjamin keamanan motor milik pengemudi ojek online. Selain itu, lanjut Bernard, arus lalu lintas juga menjadi lancar.

"Tempat parkir itu dibangun supaya satu, lebih aman untuk motor dan kendaraan lainnya. Kedua, jalanan juga lancar," ujar Bernard.

Baca juga : Pengemudi Ojek Online Tabrak Pencuri Ponselnya hingga Terjatuh

Bernard menuturkan, tidak sedikit kecelakaan yang terjadi akibat tidak tertibnya pengemudi ojek online dalam berlalu-lintas. "Ojek ketabrak sudah sering banget di (Jakarta) Utara," ujar dia.

Para pengemudi ojek online di Mangga Dua sebelumnya mengaku terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di tengah jalan, karena tidak mendapat tempat menunggu penumpang. Bila pun ada, mereka tetap ditarik ongkos parkir yang dinilai tidak sedikit.

Puji, seorang pengemudi ojek online mengatakan, tarif parkir yang ditetapkan pengelola gedung tidak sebanding dengan penghasilannya. Oleh karena itu, ia memilih menepikan motornya di tengah jalan.

"Kalau parkirnya di dalam (tempat parkir) kan bayar per jam. Logikanya gitu, kami argo nggak seberapa, bayar parkiran berjam-jam cuma buat parkir doang," kata Puji.

Kompas TV Pemerintah mengambil jalan tengah untuk menjawab tuntutan kenaikan tarif para pengemudi ojek online.


Komentar

Close Ads X