Jaksa Sebut 5 Teror Digerakkan Aman Abdurrahman, Bom Thamrin hingga Penusukan Polisi...

Kompas.com - 18/05/2018, 18:27 WIB
Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOTerdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum (JPU) Anita Dewayani merinci ada lima aksi teror yang digerakkan terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman.

Anita merinci satu per satu aksi teror itu dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

1. Bom Thamrin

Peledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terjadi pada 14 Januari 2016.

Bom bunuh diri itu dikoordinasikan pimpinan organisasi Jamaah Anshorut Daulah (JAD) wilayah Ambon, Saiful Munthohir.

Aksi bom bunuh diri itu kemudian dieksekusi Muhammad Ali, Sunakim, Dian, dan Azzam di dua titik yaitu pos polisi dan gerai kopi Starbucks.

Baca juga: Kapolri: Dua Kelompok Besar Teroris Terlibat dalam Ledakan Thamrin

Massa yang tergabung dalam Sahabat Thamrin, Yayasan Penyintas, dan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) melakukan aksi damai  di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Sabtu (14/1/2017). Mereka mengenang kembali aksi terorisme yang terjadi siang hari tepat setahun lalu.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Massa yang tergabung dalam Sahabat Thamrin, Yayasan Penyintas, dan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) melakukan aksi damai di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Sabtu (14/1/2017). Mereka mengenang kembali aksi terorisme yang terjadi siang hari tepat setahun lalu.
Anita menyampaikan, Saiful Munthohir mengoordinasikan teror bom Thamrin setelah mendapat pesan dari Aman dan satu orang lainnya yang bernama Iwan Darmawan Muntho alias Rois saat membesuk keduanya di Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Ia (Aman) memprovokasi dengan berbicara berbisik dan menyampaikan bahwa, 'Ada perintah dari umaroh atau pimpinan khilafah dari Suriah', dan pesan tersebut dipertegas oleh Rois, 'Untuk melaksanakan amaliyah jihad seperti yang terjadi di Paris, Perancis'," ujar Anita membacakan surat tuntutan.

Aksi bom bunuh diri itu menimbulkan korban meninggal yaitu WN Kanada Amer Quali Tahar, dan korban luka berat, di antaranya Denny Mahieu, John Hansen, Dody Maryadi, dan Suhadi.

Baca juga: Anak Pengemudi Go-Jek Menangis Lihat Ayahnya Tolong Korban Ledakan Thamrin

2. Bom Gereja Oikumene Samarinda

Pelemparan bom di Gereja HKBP Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, terjadi pada 13 November 2016.

Teror itu dilakukan Juhanda, anggota kelompok JAD Kalimantan Timur pimpinan Joko Sugito.

Joko pernah menghadiri acara dauroh di Malang.

Baca juga: Jaksa Hadirkan Saksi Bom Gereja Oikumene di Sidang Aman Abdurrahman

Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). TRIBUNNEWS/HO/POLSEK LOAJANAN Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).
"Joko Sugito adalah pimpinan kelompok JAD wilayah Kalimantan Timur yang ikut diundang dalam acara dauroh di Batu, Malang, di mana terdakwa diminta memberikan ceramah melalui audio call," kata Anita.

Setelah mengikuti dauroh dan ceramah Aman, Joko bersama Juhanda dan beberapa anggota JAD Kalimantan Timur mengadakan pelatihan membuat bom pada Oktober 2016 hingga akhirnya Juhanda melemparkan bom ke Gereja Oikumene Samarinda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X