Belum Ada Nilai Nominal Ganti Rugi Pembebasan Lahan di Pasar Gembrong

Kompas.com - 19/07/2018, 11:45 WIB
Suasana Pasar Gembrong, Jakarta Timur, pada Rabu (7/2/2018). Pasar Gembrong dikabarkan akan digusur terkait pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DSuasana Pasar Gembrong, Jakarta Timur, pada Rabu (7/2/2018). Pasar Gembrong dikabarkan akan digusur terkait pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)

JAKARTA,KOMPAS.com - Lurah Cipinang Besar Utara (Cibesut), Jakarta Timur, Sri Sundari menjelaskan, sampai saat ini pihaknya dan warga belum menerima besaran nominal ganti rugi atas pembebasan lahan warga yang ada di Pasar Gembrong untuk proyek Tol Becakayu.

"Untuk harga itu dilakukan oleh tim independen. Kami pun sampai saat ini ngga tahu. Jadi nanti setelah mereka menafsirkan baru diserahkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) setelah itu ke warga," kata Sri kepada Kompas.com, Kamis (19/7/2018).

Menurut dia, selama ini pihak kelurahan hanya berperan sebagai jembatan antara warga dengan pihak BPN. Namun proses penafsiran harga sampai saat ini belum berjalan.

Baca juga: Pembebasan Lahan Pasar Gembrong Tunggu Keputusan Warga

Sri juga mengakui bila proses pembebasan tanah di Pasar Gembrong molor dari waktu yang sebelumnya sudah dibicarakan.

"Kemarin kan itu update-nya habis Lebaran, sekarang belum, molor jauh. Kalau dari warga sendiri justru meminta prosesnya segera, artinya tidak ada masalah bila dibebaskan lahannya. Kalau soal jadwal kami di kelurahan tidak tahu karena yang menjadwal kan dari sana, kami hanya mengikuti dan menjaga masyarakat agar tidak gaduh," ujar dia.

Menurut Sri, memang ada sedikit kendala soal surat-surat tanah yang dimiliki warga. Namun itu bukan masalah besar karena masih bisa ditangani pihaknya.

Ada beberapa surat warga yang masih menggunakan nama pemilik sebelumnya. Jadi harus di cari lagi datanya, serta diurus balik namanya.

"Ngga masalah besar, jadi memang soal surat ada yang masih belum balik nama, tapi kami bisa selesaikanlah," kata dia.

Seperti telah diberitakan, ada 789 bidang tanah dari tiga RW di Cipinang Besar Utara yang terdampak proyek Tol Becakayu. Saat ini, proses kajian data dari BPN masih berlanjut untuk seterusnya dilanjutkan ke masalah harga.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Juga Curi Barang Berharga Korban

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Juga Curi Barang Berharga Korban

Megapolitan
Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Akui Sudah Siapkan Palu Sebelum Temui Korban

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Akui Sudah Siapkan Palu Sebelum Temui Korban

Megapolitan
Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera Merah Putih Gelar Lapak di Pasar Minggu

Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera Merah Putih Gelar Lapak di Pasar Minggu

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Megapolitan
Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Megapolitan
Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

Megapolitan
UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

Megapolitan
Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Megapolitan
Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

Megapolitan
BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

Megapolitan
Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Megapolitan
Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Megapolitan
Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X