Stasiun LRT Velodrome Akan Terintegrasi dengan Halte Transjakarta

Kompas.com - 29/08/2018, 21:47 WIB
Kereta light rail transit berhenti di Stasiun Velodrome pada masa uji coba operasi, Rabu (29/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kereta light rail transit berhenti di Stasiun Velodrome pada masa uji coba operasi, Rabu (29/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, Stasiun Light Rail Transit (LRT) Velodrome akan terintegrasi dengan koridor 4 transjakarta (Pulogadung-Dukuh Atas).

Salah satu halte koridor 4 yang paling dekat dengan Stasiun Velodrome adalah Halte Pemuda.

"Transjakarta sudah ada halte di sana, Halte Pemuda itu hanya 100 meter dari stasiun ini. Ini pasti kita integrasikan stasiun ini dengan halte itu misalnya dengan skybridge," ujar Allan, di Stasiun Velodrome, Rabu (29/8/2018).

Baca juga: Warga yang Terganggu Pembangunan Akan Diajak Jajal Naik Kereta LRT

Dengan begitu, penumpang LRT akan merasa nyaman berpindah ke moda transportasi lain seperti transjakarta.

Dari segi waktu tempuh, integrasi ini juga akan menguntungkan. Warga yang tinggal di sekitar Kelapa Gading membutuhkan waktu sekitar 45 menit menuju Dukuh Atas.

Warga bisa naik LRT sampai Stasiun Velodrome, kemudian lanjut naik bus transjakarta ke Dukuh Atas.

Baca juga: Menjajal Kereta Baru LRT dari Stasiun Velodrome ke Kelapa Gading...

"Kalau dari Kelapa Gading ke sini kan hanya 10 menit. Kemudian teman-teman transjakarta sangat yakin dari Pemuda ke Dukuh Atas waktu tempuhnya 35 menit. Jadi, kalau 10 menit tambah 35 menit, jadi 45 menit, itu kan luar biasa," ujar Allan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X