Muncikari Ini Tega Jual Kekasihnya ke Pria Hidung Belang

Kompas.com - 08/10/2018, 19:32 WIB
Tiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point, Kota Bekasi dibekuk Polisi, Senin (8/10/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVITiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point, Kota Bekasi dibekuk Polisi, Senin (8/10/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Polres Metro Bekasi Kota berhasil meringkus tiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2018).

Polisi menangkap ketiga muncikari bernama Mustakim, Saputra, dan Jenio. Selain itu, polisi juga mengamankan 20 pekerja seks komersial (PSK) dan seorang saksi.

Salah seorang muncikari bernama Jenio mengaku, dari 20 PSK tersebut terdapat satu orang yang merupakan kekasihnya sendiri.

Baca juga: 3 Muncikari Prostitusi Online di Apartemen Center Point Bekasi Ditangkap


"Cewek saya sendiri, memang dia (kekasih) yang mau," kata Jenio saat diwawancara wartawan, di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, Senin (8/10/2018).

Jenio mengaku sudah dua bulan melakukan aksinya sebagai muncikari.

Adapun hasil yang didapatkan dari praktik prostitusi yang dilakukan kekasihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Muncikari Prostitusi Sesama Jenis di Tanjung Priok Awalnya Seorang Terapis

"Cuma buat jajan. (Saya) ditangkap juga cuma karena ada aplikasi di HP, jadi saya kena ketangkap," ujar dia. 

Jenio bersama dua rekannya berperan memfasilitasi prostitusi di Apartemen Center Point. Mereka menawarkan para PSK dengan media sosial Twitter, WhatsApp, dan Facebook.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih mengatakan, ketiga muncikari memasang tarif Rp 500.000-800.000.

Baca juga: Muncikari Prostitusi Online di Depok Jaring PSK di Bawah Umur dengan Facebook

Ia mengatakan, pembagiannya Rp 100.000 untuk muncikari yang mengelola akun media sosial. Kemudian Rp 300.000-350.000 untuk muncikari pembuka unit kamar.

"Selebihnya buat mereka (PSK)," ujar Jairus. 

Barang bukti yang diamankan polisi adalah uang tunai Rp 4,5 juta, tiga unit ponsel, dan empat buah dompet.

Ketiga muncikari dijerat dengan Pasal 296 atau 506 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X