Canggihnya Baruna Jaya, Kapal yang Temukan Sinyal Kotak Hitam JT 610

Kompas.com - 02/11/2018, 16:07 WIB
KR Baruna Jaya I milik BPPT yang juga dikerahkan dalam pencarian pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang. KR Baruna Jaya I milik BPPT yang juga dikerahkan dalam pencarian pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang.

Hanya berselang dua hari, kapal dan para kru diminta untuk kembali bertugas melakukan pencarian kapal Lion Air.

Baca juga: Lumpur Persulit Pencarian Sinyal Black Box Satu Lagi dari JT 610

Namun, teknologi yang dimiliki KR Baruna Jaya tak hanya bisa mendeteksi black box. Melaui teknologi multibeam, kapal bisa mendeteksi bangkai kapal yang terpendam di dasar laut.

Teknologi ini memungkinkan untuk menemukan bangkai kapal di dasar laut. Hal tersebut juga diharapkan bisa menemukan bangkai pesawat JT 610.

Di luar kegunaan untuk SAR, teknologi KR Baruna Jaya juga dipakai untuk industri. Misalnya pencarian pipa gas guna pemasangan kabel dan pipa bawah laut, serta pemetaan laut Indonesia.

Baca juga: Butuh 1-2 Minggu untuk Unduh Data Black Box Pesawat Lion Air

Kapal yang diluncurkan pada 1989 itu bisa memetakan kedalaman laut hingga 11 kilometer. Kecanggihan kapal ini bahkan jadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan asing.

KR Baruna Jaya cukup sering diminta untuk melakukan riset bawah air terkait rencana pemasangan utilitas kabel optik di dasar laut untuk perusahaan luar negeri.

Teknologi tersebut diklaim belum banyak digunakan di kapal-kapal modern yang ada di Indonesia.

Kendala

KR Baruna Jaya telah beroperasi selama hampir 30 tahun. Ilyas mengatakan, meski terlihat tangguh, KR Baruna Jaya tidak lagi dalam performa terbaiknya.

Kapal rancangan CMN, Cherbourgh ini akan habis masanya 15 tahun mendatang. Untuk itu, Ilyas berharap agar pemerintah segera melakukan revitalisasi kapal tersebut khususnya peningkatan anggaran.

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Black Box Lion Air hingga Tiba di KNKT

Saat ini, pemerintah menyediakan anggaran Rp 10 miliar untuk empat kapal milik BPPT. Padahal, anggaran yang ideal untuk satu kapal yaitu Rp 3,5 sampai 5 miliar. 

"Tantangannya ini kapal sudah tua. Kami harus ke Samudra Pasifik ya kalau tidak bagus mesinnya yang ngeri-ngeri sedap. Saya pimpinan di sini, Bapennas nanya mau ganti kapal? Saya bilang enggak perlu tapi diperbaiki. 15 tahun masih cukup lah tinggal ditambahin mesin lalu akomodasi, navigasi standar lah," ujar Ilyas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Megapolitan
Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Megapolitan
Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Megapolitan
Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Megapolitan
Depok Terima Lagi 63.500 Dosis Vaksin Covid-19

Depok Terima Lagi 63.500 Dosis Vaksin Covid-19

Megapolitan
Periode Januari-Maret 2021, 16.157 Orang di Jakut Ditindak karena Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas

Periode Januari-Maret 2021, 16.157 Orang di Jakut Ditindak karena Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Tebet Diringkus Polisi, Motor hingga Korek Api Berbentuk Pistol Disita

Komplotan Pencuri di Tebet Diringkus Polisi, Motor hingga Korek Api Berbentuk Pistol Disita

Megapolitan
Sarana Jaya Tunggu Hasil Penyidikan KPK Soal Dugaan Korupsi pada Proyek Rusun DP Rp 0

Sarana Jaya Tunggu Hasil Penyidikan KPK Soal Dugaan Korupsi pada Proyek Rusun DP Rp 0

Megapolitan
Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Kantor MUI Tangsel, Bersembunyi Saat Akan Ditangkap

Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Kantor MUI Tangsel, Bersembunyi Saat Akan Ditangkap

Megapolitan
Mengenal Asal-usul Nama Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Batavia

Mengenal Asal-usul Nama Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Batavia

Megapolitan
Pemkot Tangerang Mulai Vaksinasi Covid-19 Lansia, Ini Prioritasnya

Pemkot Tangerang Mulai Vaksinasi Covid-19 Lansia, Ini Prioritasnya

Megapolitan
Perubahan Operasional MRT Jakarta Mulai 10 Maret, Kereta Tersedia Selang 5 Menit

Perubahan Operasional MRT Jakarta Mulai 10 Maret, Kereta Tersedia Selang 5 Menit

Megapolitan
Polisi: Kasus Sengketa Tanah yang Menyeret Wali Kota Bekasi Masih Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Polisi: Kasus Sengketa Tanah yang Menyeret Wali Kota Bekasi Masih Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X